Kamis, 10 Des 2015 09:34 WIB

Pelaku Maupun Korban Bullying Sama-sama Berisiko Alami Masalah Mental

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bullying disebut peneliti dari Finlandia adalah fenomena yang harus dihilangkan, terutama pada anak-anak, untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan mental di kemudian hari. Analisis data yang dilakukan pada sekitar 5.000 anak menunjukkan bahwa bullying bisa meningkatkan risiko penyakit seperti skizofrenia hingga dua kali lipat.

Disebutkan dalam studi yang telah dipublikasi di jurnal JAMA Psychiatry bahwa anak mulai umur 8 tahun yang terlibat bullying akan lebih sering membutuhkan konseling untuk masalah psikiatri saat dirinya dewasa.

"Saya pikir ini adalah temuan yang penting untuk dihadapi secara serius," ujar pemimpin studi Dr Andre Sourander dari University of Turku seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (10/12/2015).

Baca juga: 8 Perilaku yang Menandakan Anak Sedang Di-bully

Lewat survei diketahui dari 5.000 anak yang terlibat dalam studi 90 persen tak pernah terlibat bullying, 3 persen pelaku bullying, 5 persen korban, dan 2 persen sisanya merupakan korban sekaligus pelaku. Ketika anak-anak tersebut beranjak dewasa 16-29 tahun peneliti menemukan dibandingkan yang tak pernah terlibat, korban bullying berisiko 1,9 kali membutuhkan layanan psikiatri sementara mereka yang juga korban sekaligus pelaku bullying berisiko 2,1 kali lipat.

Peneliti mengatakan kebanyakan anak dalam studi adalah laki-laki yang memang sudah punya tanda-tanda gejala di umur 8 tahun. Oleh sebab itu ketika mereka terlibat perilaku bullying, maka ini adalah tanda bahaya yang harus disikapi oleh orang tua dengan segera.

Sourander mengatakan mengapa bullying dan masalah kesehatan mental berhubungan kemungkinan karena hal tersebut adalah sesuatu yang traumatis.

"Kita perlu mempelajari betapa pentingnya lingkungan pertemanan dan pengalaman sekolah untuk anak-anak. Kita harus mengintegrasikan perspektif kesehatan mental sekolah untuk kampanye anti bullying. Intervensi dini dapat mencegah konsekuensi jangka panjang," pungkas Sourander.

Baca juga: Tubuh Gemuknya Bikin sang Putri Di-bully, Vanessa Turunkan Bobot 50 Kg (fds/vit)
News Feed