Senin, 21 Des 2015 13:15 WIB

Gemuk Tapi Tetap Bugar Hanya Mitos, Bobot Ideal Tetap Jadi Keharusan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Ungkapan 'gemuk tapi sehat' menjadi pembenaran bagi beberapa orang untuk tidak memprioritaskan penurunan berat badan. Padahal meski mereka rajin olahraga, risiko penyakitnya tetap sama selama bobotnya tidak ideal. Sederhananya, gemuk ya gemuk saja.

Sebuah penelitian yang melibatkan 1,3 juta orang dewasa muda menunjukkan bahwa risiko kematian dini pada orang gemuk 30 persen lebih tinggi dibandingkan pemilik bobot ideal. Peningkatan risiko ini tetap berlaku meski sama-sama rajin olahraga.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Epidemology ini menekankan bahwa berat badan ideal adalah kunci penting untuk hidup sehat. Olahraga tetap penting, tetapi tidak kalah pentingnya untuk menjaga keseimbangan asupan kalori dengan aktivitas fisik.

Baca juga: Rumitnya Para Ahli Menelusuri Penyebab Gemuk yang Sesungguhnya

Prof Peter Nordstrom dari Umea University di Swedia menyebut temuan ini sebagai bantahan dari anggapan yang selama ini diyakini banyak orang. Bahkan, sebuah penelitian pernah membuktikan bahwa seseorang bisa tetap sehat meski mengalami kegemukan.

Salah satu penelitian yang memperkuat anggapan ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Amerika Serikat, dengan melibatkan 43.000 orang. Hasilnya adalah, seseorang bisa mencapai kondisi yang disebut 'sehat secara metabolik' meski berat badannya obesitas, asalkan rajin olahraga.

"Kurangnya kebugaran pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini. Lebih lanjut, risiko kematian dini pada seseorang dengan obesitas yang 'fit' lebih tinggi dibandingkan pada seseorang dengan berat badan normal tapi 'kurang fit'," kata Prof Nordstrom, dikutip dari Mirror, Senin (21/12/2015).

Baca juga: Punya Suhu Tubuh Cenderung 'Dingin' Bikin Orang Jadi Mudah Gemuk

(up/vit)