ADVERTISEMENT

Jumat, 08 Jan 2016 18:30 WIB

IDI Sebut di Masa Depan Chiropractic Bisa Saja Jadi Pengobatan Modern

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Firdaus Anwar
Jakarta - Di Indonesia, chiropractic masih termasuk dalam kategori pengobatan tradisional. Meski demikian bukan tidak mungkin ke depannya chiropractic menjadi pengobatan modern. Demikian disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Ke depan bisa saja chiropractic ini menjadi pengobatan modern. Contohnya akupunktur 20 tahun lalu belum masuk pengobatan modern, karena tidak ada evidence based-nya," tutur  ketua umum IDI Prof Dr I Oetama Marsis, SpoOG (K).

Tapi sekarang, teknik tusuk jarum bisa dibuktikan secara ilmiah memiliki manfaat dengan kesehatan sehingga dimasukkan dalam kategori kedokteran modern Timur. Prof Marsis menegaskan, selama chiropractic belum memiliki evidence based maka masih masuk ke pengobatan tradisional.

"Sampai saat ini regulasi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Ada Direktorat Pelayanan Pengobatan Tradisional," lanjut Prof Marsis di Kantor IDI, Jl Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Prof Marsis menjelaskan, pendidikan untuk menjadi chiropractor harus melalui beberapa tahapan dan dilakukan oleh mereka yang memang memiliki basic kedokteran maupun tidak. Waktu pendidikan pun disesuaikan. Nah, dikatakan Prof Marsis, pendidikan atau terapan chiropractic diberikan tergantung kebijakan negara masing-masing.

Baca juga: Ada Kasus Allya, Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Komentari Terapi Chiropractic

Antara tahun 2005 dan 2006, Prof Marsis menuturkan ada perhimpunan dokter chiropractic Indonesia yang meminta pengakuan ke IDI untuk menjadi anggota IDI. Tapi, permohonan tersebut ditolak karena chiropractor tidak termasuk pengobatan kedokteran modern lantaran belum bisa menyajikan evidence based.

Di dunia kedokteran, lanjut Prof Marsis, terdapat pengobatan modern dan tradisional. Di Indonesia, battra tidak masuk di pengobatan kedokteran modern melainkan complementary and alternative medicine sehingga tidak diatur oleh IDI.

"Untuk menjadi chiropractor pastinya harus dengan baik menguasai anatomi tubuh karena chiropractic ini dilihat tujuan awalnya merupakan suatu terobosan dalam pengobatan neuromusculoskeletal terkait tulang belakang. Dokter wajib pelajari anatomi, peredaran darah untuk melihat ada kelainan tulang punggung," tutur Prof Marsis.

Selain itu, ada pula kontraindikasi di mana pasien tidak boleh menerima manipulasi. Sebab, pada dasarnya chiropractic merupakan tindakan manipulasi dengan pemijatan.

Baca juga: Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Tegaskan Chiropractic Beda dengan Fisioterapi (rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT