Minggu, 10 Jan 2016 17:38 WIB

Chiropractic First Beberkan Kronologi Kasus Allya dan Cari Randall Cafferty

Mulya Nurbilkis - detikHealth
Foto: Imam W/detikcom
Jakarta - Polisi masih mendalami kasus kematian Allya Siska Nadya (33) tak lama setelah menjalani terapi di klinik Chiropractic First di Mal Pondok Indah 1, Jakarta Selatan. Manajemen Chiropractic First -- perusahaan yang berdiri sejak tahun 2000 dengan cabang di Singapura, Malaysia, Indonesia dan Tiongkok -- memberikan pernyataan media atas kasus tersebut.

Berikut ini pernyataan lengkap Chiropractic First yang diterima detikHealth, Minggu (10/1/2016):

Belakangan ini sejumlah media cetak dan juga media sosial memberitakan tentang kematian pasien perempuan Allya Siska Nadya di rumah sakit lokal setelah menerima perawatan di klinik Chiropractic First cabang Mal Pondok Indah 1, Jakarta Selatan. Dalam hal ini, Manajemen dan staf Chiropractic First menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Selanjutnya, perlu kami sampaikan kronologis kejadian, sebagai berikut:

1. Almarhumah Allya Siska Nadya pertama kali datang ke klinik Chiropractic First cabang Mal Pondok Indah 1, Jakarta Selatan pada 5 Agustus 2015 untuk berkonsultasi dan perawatan karena sebagian berita pada tanggal 6 baru dilakukan dan tanggal 5 melakukan pendaftaran. Dari foto X-ray yang diberikan almarhumah, dipastikan bahwa ada cacat bawaan tulang leher karena vertebra yang tidak terbentuk sempurna saat lahir. Akibatnya, tulang leher yang bersangkutan mengalami pembengkokan ke depan. Dari riwayat medis, Saudari Allya menderita tekanan darah tinggi dan pernah terkena demam berdarah. Namun dalam kunjungannya, almarhumah mengeluhkan sakit leher berat yang kronis, sakit pinggang, pundak yang sangat kaku, dan telinga berdenging. Dalam kunjungan pertamanya ke cabang, beliau diperiksa oleh Randall Cafferty, chiropractor dengan lisensi dari Amerika Serikat. Cafferty melakukan manipulasi tulang belakang standar kepada almarhumah yang membuatnya merasa lebih enak dan kembali lagi pada hari berikutnya, yaitu 6 Agustus 2015, untuk perawatan kedua pada siang hari dan almarhumah tidak menyampaikan keluhan apa-apa setelah menjalani perawatan.

2. Karena harus segera berangkat ke Paris, almarhumah meminta perawatan ketiga malam harinya pada hari yang sama. Saat meninggalkan cabang, Saudari Allya tidak mengeluhkan sakit atau gejala apa pun, dan meninggalkan klinik dengan berjalan kaki seperti biasa didampingi pihak keluarga.

3. Sangat disesalkan bahwa pada 6 Agustus 2015 tengah malam, almarhumah merasakan nyeri yang hebat dan masuk rumah sakit sampai meninggal pada 7 Agustus 2015 pagi hari.

Kami sampaikan bahwa, Chiropractic First melalui chiropractor bersedia melakukan perawatan bagi pelanggan yang mengalami cacat bawaan tulang leher, secara kasus-per-kasus berdasarkan penilaian chiropractor bersangkutan. Dengan perawatan yang tepat dan menghindari bagian yang mengalami kelainan, belum pernah ada pelanggan yang mengeluhkan masalah setelah perawatan dari chiropractor. Karena itu, terjadinya kematian sangat disayangkan dan penyebab kematian secara pasti baru dapat diketahui setelah pelaksanaan otopsi.

Terkait keberadaan Randal Cafferty, chiropractor yang menangani almarhumah Alya semasa yang bersangkutan menjalani perawatan, pihak perusahaan telah menjalin kerjasama dengan pihak berwajib untuk melakukan investigasi sejak November 2015.

Chiropractic First sampai saat ini masih berusaha mencari Randall Cafferty dan akan meyakinkan Randall untuk kembali ke Indonesia agar dapat membantu pihak kepolisian dalam investigasinya dalam rangka proses penegakan hukum. (up/up)