Kamis, 14 Jan 2016 10:00 WIB

Nyeri Punggung Bawah Dikira Hamil, Ternyata Jessica Kena Kanker Serviks

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Facebook
Liverpool - Di akhir tahun 2014, Jessica Dempsey (28) kerap mengeluh nyeri di punggung bawahnya. Selain itu, ia juga mengalami penggumpalan darah. Selama kurang lebih enam bulan, Jessica sudah bolak-balik ke dokter hampir sepuluh kali dan dengan diagnosis yang berbeda.

Pertama pergi ke dokter, Jessica dikatakan hamil tiga bulan. Tapi setelah itu, nyeri punggung bawahnya makin parah hingga akhirnya dia didiagnosis mengalami nyeri haid sampai infeksi ginjal dan hanya diberi antibiotik. Puncaknya, di bulan Januari 2015, Jessica diminta melakukan transfusi darah.

Saat itu pula, Jessica didiagnosis kanker serviks stadium empat. Meski terkejut dan putus asa, setidaknya Jessica merasa pertanyaan atas kondisinya selama ini sudah terjawab. Ia pun harus menjalani radioterapi dan kemoterapi meskipun faktanya, prosedur itu tidak optimal dalam mengecilkan ukuran tumornya.

"Akhirnya selama lima minggu saya menjalani radioterapi harian, 11 sesi kemoterapi mingguan dan tiga dosis pengobatan kanker stadium lanjut yaitu bracytherapy di mana bahan radioaktif dimasukkan langsung ke daerah yang terpapar kanker. Saya juga menjalani tujuh kali transfusi darah," kisah Jessica.

Dari pengalamannya ini, Jessica akhirnya memberanikan diri menulis apa yang ia alami di laman Facebooknya. Hal itu semata ia lakukan demi meningkatkan kesadaran wanita akan risiko kanker serviks dan membuat para wanita tidak segan lagi menjalani pap smear. Jessica menekankan apa yang ia tuliskan di halaman Facebooknya bukan semata untuk mengundang simpati banyak orang.

Baca juga: Keputihan Tanda Kanker Serviks Atau Bukan, Cek Bedanya di Sini

"Saya hanya ingin orang-orang lebih sadar terhadap tanda dan gejala kanker serviks kemudian mendorong para wanita untuk mau melakukan deteksi dini. Jika Anda memiliki gejala atau tanda yang mencurigakan, segera cek ke dokter. Jika Anda tidak mendapat jawabannya, lakukan pemeriksaan," tulis Jessica di laman Facebooknya.

Ia juga menulis akan sangat bermanfaat jika orang-orang mau mendonorkan darahnya. Dari apa yang dialami, Jessica tahu bagaimana pentingnya transfusi darah ketika dia melakukan pengobatan. Tulisan Jessica ini sudah dibagikan oleh lebih dari 6.700 orang.

Berdasarkan pesan yang diterima Jessica, banyak pula para wanita, baik yang sudah menikah atau belum menikah jadi lebih berani melakukan pap smear. "Saya senang tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain di mana setelah membaca tulisan saya itu, para wanita lebih berani lagi dan tergerak untuk melakukan pap smera," kata Jessica.

Baca juga: Tak Selalu Sakit, Begini Prosesnya Saat Wanita Melakukan Papsmear

(rdn/vit)