Selasa, 19 Jan 2016 09:03 WIB

Fairy Tale Syndrome

Peter Pan Syndrome dan Cinderella Complex yang Bikin Orang Tak Mandiri

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Meski usia dapat dikatakan cukup 'matang', beberapa orang justru tidak bisa mandiri dan cenderung amat tergantung pada orang lain. Keadaan seperti ini, bisa saja disebabkan fairy tale syndrome berupa peter pan syndrome atau cinderella complex.

Psikolog klinis Pustika Rucita, B.A.,MPsi, Psikolog menuturkan peter pan syndrome adalah sebuah sindrom yang biasanya terjadi pada pria. Sedangkan, cinderella complex adalah sebuah sindrom yang biasanya terjadi pada wanita.

"Peter pan syndrome membuat seorang pria merasa tidak mau dan tidak mampu untuk tumbuh secara dewasa dan memikul tanggung jawab lebih dalam kehidupannya," tutur wanita yang akrab disapa Cita ini saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Saat Balita Ingin Selalu Bersama Ibunya Tanda Tidak Mandiri

Sementara, wanita dengan cinderella complex memiliki ketakutan untuk menjadi mandiri. Cita mengatakan, sindrom ini membuat seorang wanita tersebut secara tidak sadar memiliki kebutuhan untuk diurusi oleh orang lain. Biasanya, sosok orang lain yang dimaksud adalah sosok seorang pria.

Dalam bukunya 'The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence', Colette Dowling menyebutkan cinderella complex merupakan suatu ketergantungan seorang wanita yang ditunjukkan dalam bentuk takut mandiri dan yang bersangkutan memiliki keinginan kuat untuk dirawat dan dilindungi oleh sosok pria.

Dikutip dari Science Daily, selain tidak bisa bertanggung jawab, karakteristik pria dengan peter pan syndrome umumnya tidak bisa menepati janji, berkomitmen, kurang percaya diri, dan cenderung berlebian dalam memandang kesejahteraan dirinya sendiri.

Menurut Cita, kondisi ini baru disebut sebagai sindrom sehingga sampai sekarang kedua kondisi itu belum dikategorikan sebagai kelainan atau kondisi abnormal. Dalam keseharian, baik peter pan syndrome atau cinderella complex makin terlihat seiring orang tersebut tumbuh dewasa.

"Bahkan orang dewasa di atas usia 30 tahunan juga masih sangat mungkin mengalami kondisi ini karena masih masuk kategori usia dewasa muda," tutur Cita.

Lantas, siapa saja yang paling berisiko mengalami sindrom ini? "Mereka yang dibesarkan oleh pola asuh orang tua yang otoriter ataupun justru yang permisif atau memanjakannya," kata Cita.

Baca juga: Bekal Dasar yang Diperlukan untuk Hidup Mandiri (rdn/vit)