Selasa, 26 Jan 2016 13:18 WIB

Multiple Sclerosis, Penyakit 'Seribu Wajah' yang Bikin Dokter Garuk Kepala

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang minim dipahami oleh masyarakat di Indonesia termasuk juga dokter. Ditambah dengan sifat penyakit yang punya beragam gejala umum, hampir mustahil untuk mendiagnosis MS pada tahap awal.

MS sendiri adalah sebuah kondisi ketika sistem imun tubuh menjadi liar dan menyerang pusat saraf di otak dan tulang belakang membuat sinyal saraf kacau. Penyebabnya belum diketahui pasti dan belum ada obat yang mampu menyembuhkannya total.

Para dokter saraf menyebut MS sebagai penyakit dengan 'seribu wajah' karena gejalanya yang bisa sangat berbeda untuk tiap individu. dr Riwanti Estiasari, SpS, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan hal ini terjadi karena bagian saraf yang diserang penyakit bisa macam-macam.

"Saraf kita ini dilindungi lapisan namanya myelin dan ini yang diserang. Kalau myelin kita bagus maka listrik saraf itu akan dihantarkan dengan baik dan cepat, tapi kalau rusak hantaran listriknya terganggu. Oleh karena itu gejalanya macam-macam tergantung bagian yang diserang," kata dr Riwanti menjelaskan.

Baca juga: Studi: Menyusui Bantu Lindungi Kekambuhan Multiple Sclerosis Pada Ibu

"Meskipun ada pasien datang ke dokter yang ahli MS, dia belum tentu bisa mendiagnosis. Bahkan di pedoman untuk MS itu ditulis lakukan pemeriksaan ini, ini, ini, atau tunggu serangan berikutnya," lanjutnya

Contoh gejala dari MS seperti lelah, tiba-tiba jatuh,  lemah, penglihatan berbayang, nyeri, atau gangguan koordinasi lainnya. Pada tahap lanjut MS bisa menyebabkan kelumpuhan.

"Satu hal yang khusus pada MS dia itu serangannya relapse jadi gejala bisa muncul tapi kemudian hilang. Pasien habis serangan bisa jalan lagi enggak lumpuh lagi, itu juga yang membuat penyakit sulit didiagnosa karena pasiennya merasa sehat-sehat saja," pungkas dr Riwanti.

Baca juga: Multiple Sclerosis punya Karakteristik Berbeda di Setiap Daerah

(fds/vit)