Selasa, 26 Jan 2016 17:34 WIB

Ingat! Suami Juga Butuh Dukungan Setelah Istri Alami Keguguran

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Dinilai lebih kuat, pria kerap 'terlupakan' jika mereka juga merasakan kesedihan mendalam ketika sang istri mengalami keguguran. Sehingga, umumnya para wanitalah yang lebih sering mendapat perhatian setelah keguguran terjadi, ketimbang para pria.

Diungkapkan psikoterapis di Oakland, California, dr Will Courtenay, ketika kehilangan anggota keluarga terjadi, termasuk keguguran, umum bagi pria merasa sedih, cepat marah, mudah emosi, merasa cemas, bahkan merasa bersalah. Bahkan, dr Courtenay mengatakan dalam kasus keguguran, pria sering merasa gagal melindungi pasangan dan bayinya.

"Ditambah lagi pria merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan apapun untuk memperbaiki kenyataan meskipun memang tidak ada yang bisa diubah. Sehingga, pada kasus keguguran, dukungan tidak hanya penting bagi si ibu tapi juga si ayah," tegas dr Coutenay seperti dikutip dari Fox News, Selasa (26/1/2016).

Baca juga: Ibu Ini Keguguran Tiga Kali Lalu Lahirkan Kembar Tiga dalam Dua Tahun

dr Christinna D Hibbert, psikolog di Flagstaff, Arizona menambahkan keguguran yang terjadi di kehamilan trimester kedua dan ketiga bisa membawa kesedihan yang lebih besar bagi calon orang tua karena saat itu, baik ayah atau ibu sudah bisa melihat perkembangan bayinya melalui USG. Sayangnya, dalam keseharian pria lebih sering berusaha memendam perasaannya.

Sebaliknya, wanita lebih mudah menyatakan perasaannya pada orang di sekitar. Beberapa pria, lanjut Hibbert, juga merasa dituntut untuk bisa menyimpan perasaannya sendiri dan menjadi sosok yang tangguh bagi pasangannya. Akibatnya, pada pria rasa berkabung pasca kehilangan bayi masih bisa terjadi enam bulan bahkan satu tahun setelahnya.

dr Courtenay mengingatkan, ketika tidak mendapat dukungan dan cenderung terabaikan, pria bisa mencari pelampiasan untuk mengatasi kesedihannya melalui cara yang kurang tepat. Misalnya saja mereka mabuk-mabukkan, lebih lama berada di kantor tanpa tujuan yang jelas, atau bahkan berjudi.

"Ketika bayi meninggal, pasangan perlu untuk saling mendukung proses pemulihan dari rasa duka meskipun masing-masing individu memiliki keunikan. Bagi para pria, jangan segan pula untuk mengungkapkan perasaan dan meminta bantuan pada orang di sekitar. Selain itu, anggota keluarga juga teman sudah sepatutnya lebih peka dan juga memberi dukungan pada si ayah, bukan hanya pada si ibu," tutur dr Courtenay.

Baca juga: Mengatasi Lonjakan Emosi Setelah Keguguran

(rdn/vit)