ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Feb 2016 13:35 WIB

Jelang Menopause, Wanita Lebih Rentan Alami Migrain

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Migrain yang dialami wanita dikaitkan dengan fase menopause. Studi terbaru menyebut wanita yang menjelang menopause lebih rentan mengalami migrain, minimal 10 hari dalam satu bulan.

"Hubungan antara migrain dan menopause sudah disebut-sebut sejak lama. Namun sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut," tutur Dr Vincent T Martin dari peneliti dari University of Cincinnati College Medicine.

Dikutip dari Reuters, Kamis (4/2/2016), Dr Martin melakukan penelitian tentang hubungan migrain dan menopause. Penelitian melibatkan 3.000 wanita dengan rentang usia 35 hingga 64 tahun. Partisipan diketahui mengalami migrain dan sebagian besar sudah memasuki masa menopause.

Baca juga: Rendam Kaki dengan Air Dingin Juga Bisa Bantu Redakan Migrain?

Hasil penelitian menyebut 8 persen wanita yang mengalami menstruasi mengalami migrain. Menjelang menopuse, 12 persen wanita mengalami migrain dan setelah menopause, persentase ini kembali meningkat 12 persen.

Dr Martin menjelaskan migrain sebelum menopause disebabkan oleh tidak stabilnya hormon. Hal ini membuat pembuluh darah mengecil dan menyempit, dan mengganggu saraf di sekitar otak sehingga menyebabkan migrain.

"Sangat mungkin karena hormon. Tapi ketika sudah memasuki masa menopause, migrain perlahan akan mereda," ungkap Dr Martin yang juga Direktur dari Headache and Facial Pain Program at the UC Neuroscience Institute.

Direktur Eksekutif North American Menopause Society, Dr JoAnn V Pinkerton, mengatakann serangan panas, pemarah, insomnia, dan depresi merupakan gejala umum yang dialami wanita ketika menopause. Dengan adanya penelitian ini, bisa dikatakan bahwa migrain juga merupakan salah satunya.

"Rata-rata wanita mengalami menopause saat berumur 51 atau 52 tahun. Melihat penelitian ini, migrain paling parah akan muncul di usia 42 hingga 47 tahun," tuturnya.

Baca juga: 2 Cara Alami yang Paling Disarankan untuk Bantu Redakan Migrain

(mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT