Jumat, 05 Feb 2016 07:32 WIB

Idap Narkolepsi Setelah Vaksin Flu Babi, Bocah Ini Dapat Ganti Rugi Rp 2,3 M

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: BBC
Somerset - Josh Hadfield (10) dari Somerset, Inggris, enam tahun yang lalu mendapatkan vaksin flu babi. Namun setelah divaksin, Josh kemudian terserang kondisi yang diketahui bernama narkolepsi dan katapleksi.

Kondisi narkolepsi membuat Josh di luar kendalinya bisa tiba-tiba saja tertidur. Sebelum muncul serangan tidur biasanya akan didahului dengan katapleksi atau hilangnya kendali otot mendadak.

Keluarga pun menuntut ganti rugi kepada pemerintah Inggris dan awalnya negosiasi berjalan alot karena Josh dianggap tak cukup 'cacat' untuk mendapat ganti rugi. Namun setelah dikumpulkan bukti, Josh memang diakui mengalami cacat setelah mendapat vaksin flu babi dan mendapat ganti rugi sekitar Rp 2,3 miliar.

Baca juga: Vaksin DBD dalam Tahap Akhir Penelitian, Adakah Efek Samping?

"Uang ini untuk membantu mengamankan masa depan Josh. Hanya saja sayang rasanya kita harus memalui banyak rintangan untuk bisa sampai sejauh ini," ujar ibu Josh, Caroline Hadfield, seperti dikutip dari BBC, Jumat (5/2/2016).

Akibat narkolepsi yang diidapnya, Josh terkadang bisa tertidur tiba-tiba satu hingga dua kali dalam sehari di tengah kelas. Josh juga harus rutin memeriksakan diri ke dokter sehingga kerap tertinggal pelajaran.

Mengenai Pandemrix sendiri, vaksin tersebut digunakan luas di Inggris pada tahun 2009-2010 untuk hampir satu juga anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Seorang juru bicara perusahaan GlaxoSmithKline selaku pembuat vaksin mengatakan pihaknya masih melakukan studi terkait kasus efek samping ini.

"Kami berkomitmen melakukan riset lebih jauh mengenai potensi Pandemrix untuk mengembangkan kondisi narkolepsi. Kami juga mendukung bila ada ahli atau organisasi lain yang menginvestigasi kasus," tutup sang jubir.

Baca juga: Sikap Antivaksin Dikhawatirkan Bisa Picu Munculnya KLB Penyakit Berbahaya

Laporan kasus narkolepsi setelah mendapatkan vaksin flu babi bukan kali ini saja terjadi.  Di Inggris sudah lebih dari 10 orang anak yang teridentifikasi mengidap narkolepsi sebagai hasil dari vaksin tersebut.Pada tahun 2011 Departemen Kesehatan di Inggris telah memberikan aturan di mana vaksin tersebut tidak harus diberikan kepada orang yang berumur di bawah 20 tahun karena bisa mengakibatkan narkolepsi.

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang tiba-tiba tertidur pada waktu yang tidak tepat. Ini adalah kondisi neurologis jangka panjang yang mengganggu pola tidur normal.

Gejalanya meliputi serangan tidur, kantuk di siang hari dan katalepsi, kelemahan otot saat menanggapi emosi. Hal ini sering disebabkan oleh respon autoimun, ketika antibodi dilepaskan oleh tubuh tapi bukannya menghancurkan penyakit, mereka justru menyerang sel-sel sehat.

Pada kasus narkolepsi, antibodi menyerang area pada otak yang memproduksi zat yang mengatur tidur. Penyakit ini tidak ada obatnya, namun dengan pengaturan pola tidur dan hidup sehat. Meskipun begitu, di beberapa kasus, pengobatan dengan mengonsumsi antidepresi atau stimulan juga dapat membantu. (fds/vit)