Rabu, 10 Feb 2016 13:08 WIB

Riset RSP Persahabatan: Sopir Gemuk Rentan Kecelakaan Akibat Microsleep

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Riset RS Paru Persahabatan mengungkap 52,5 persen pengemudi taksi dengan berat badan berlebih punya gangguan obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan hingga 7,91 kali lipat.

Ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menyebut OSA atau henti napas saat tidur bisa terjadi hingga 5 kali dalam 1 jam. Dampaknya, kualitas tidur seseorang menjadi buruk dan terbangun dalam kondisi tidak bugar.

"Pada saat mengemudi, microsleep terjadi. Tertidur saat mengemudi, walaupun seseorang merasa tidak mengantuk. Hanya beberapa detik microsleep terjadi, tapi bisa nabrak," jelas dr Agus, ditemui dalam simposium di RSP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (10/2/2016).

Kepala Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Budhi Antariksa, SpP(K) menyebut lisensi mengemudi di beberapa negara sudah mensyaratkan bebas OSA. Mengingat tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dr Budhi berpendapat kebijakan serupa seharusnya perlu diterapkan.

"Tabrakan sering terjadi karena sopir mengantuk. Artinya kualitas tidurnya kurang, bisa jadi karena OSA," kata dr Budhi.

Baca juga: Polisi Gemuk di Jakarta Timur Banyak Mengalami Gangguan Tidur

Persoalan lain yang dihadapi adalah gangguan tidur OSA belum banyak mendapat perhatian. Diyakini angkanya cukup tinggi, namun Sleep Lab di RSP Persahabatan seperti diungkap oleh dr Budhi hanya sekitar 2-3 pasien tiap bulan.

Penanganan gangguan tidur OSA pun tidak murah, dan saat ini tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Sebagai gambaran, pemeriksaan full study selama 5-6 jam dengan 12 channel dikenai tarif Rp 2,3 juta.

"Saat ini cuma dicover sebagai diagnosis sekunder, misalnya ada diabetes melitus. Untuk diagnosis primer, BPJS nggak cover," kata dr Agus.

Baca juga: Gemuk dan Lingkar Leher Lebih dari 43 Cm, Risiko Sleep Apnea Meningkat


(up/vit)
News Feed