ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Feb 2016 07:36 WIB

Cerita Ayah yang Sempat Ingin Akhiri Hidup Saat Anak Meninggal karena Kanker

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kesedihan mendalam dirasakan Zakaria Munisera Handuran (53) setelah putra semata wayangnya, Eugene Evan Handuran meninggal dunia di usia 7 tahun. Bocah yang akrab disapa Evan itu meninggal karena retinoblastoma yang diidapnya.

Di usia 3 tahun, Evan didiagnosis retinoblastoma setelah ia mengalami apa yang disebut dengan mata kucing. Saat itu, dokter menyarankan agar bola mata Evan diangkat tetapi Zaka memilih melakukan opsi lain untuk mengobati penyakit putranya. Sebab, saat itu Zaka khawatir putranya merasa malu.

Hingga akhirnya kanker Evan membesar dan saat usianya sekitar enam tahun, Evan menjalani operasi pengangkatan bola mata. Setiap menjalani terapi kanker, dikatakan Zaka justru Evan yang menguatkan orang tuanya. "Evan bilang papa jangan sedih, hidup itu punya Tuhan. Tuhan baik ya pa, sama Evan," kata Zaka menirukan ucapan Evan kala itu.

Sayang, di tahun 2001 saat Evan berusia 7 tahun, sel kanker sudah menyebar dan bocah itu pun meninggal dunia. Sejak saat itu, Zaka merasa kesepian dan frustasi. Ia pun sempat nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan mengonsumsi racun mulai dari obat nyamuk sampai racun tikus.

Dikisahkan Zaka, ia pernah mengonsumsi obat nyamuk yang dicampur dengan es batu. Kemudian, untuk 'pendorong' obat nyamuk itu ke tubuhny, Zaka menenggak minuman berenergi. Sampai sang istri, Vini Isobelle Sopacua (52) pulang bekerja, Zaka hanya merasa dirinya kepanasan. Mengetahui ada hal tidak beres yang dilakukan suaminya, Vini pun marah.

"Dia tanya saya kenapa saya melakukan hal itu. Saya bilang saya merasa sepi. Terus istri saya bilang Evan sudah pergi, sekarang kamu mau pergi. Apa kamu nggak sayang sama saya. Setelah itu, saya dibawa ke RS dan diberi cairan untuk menetralisir racun," kata Zaka di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Baca juga: Pernah Kena Kanker Payudara, Rima Melati Punya Pesan Khusus untuk Para Pria

Vini sempat tidak membiarkan Zaka sendirian. Sampai akhirnya Zaka berhasil meyakinkan Vini bahwa dirinya baik-baik saja. Setelah itu, Zaka kembali nekat dengan membeli racun tikus berbentuk blok-blok kecil. Setelah dikonsumsi, tidak ada efek apa-apa. Setelahnya, Zaka nekat membeli racun tikus bubuk yang ia campur dengan ayam ricai-rica. Sontak, leher sampai usus Zaka terasa terbakar.

Ia pun dibawa ke RS dan diopname selama sebulan. Selama itu pula Zaka tidak bisa makan dan minum sehingga hanya mendapat asupan makanan dari cairan infus. Kala itu, Zaka sadar bahwa apa yang dia lakukan salah dan ia meminta kesempatan pada Tuhan untuk masih bisa hidup.

"Maka dari itu saya ingin membagikan kepada orang tua lain, jangan lakukan apa yang saya lakukan. Lakukan yang diajarkan Evan bahwa hidup kita ini punya Tuhan dan kita harus senantiasa percaya sama Tuhan," kata Zaka.

Ia sendiri berasumsi tidak merasakan efek berarti ketika minum racun pertama dan kedua kali karena saat muda, dirinya pernah 'ngilmu'. Namun, terlepas dari itu Zaka menegaskan bahwa saat kehilangan anak atau orang lain yang dicintai, bagaimanapun kehidupan seseorang harus tetap berjalan.

Pengalaman Zaka ini dituangkan oleh Kristin Samah dalam buku berjudul 'Anakku, Malaikatku'.

Baca juga: Kena Kanker, Katherine Tulis Buku untuk Jelaskan Kondisinya pada Anak-anak (rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT