Kamis, 11 Feb 2016 09:35 WIB

Cuci Muka Setelah Terpapar Sinar Matahari Bikin Panu, Mitos atau Fakta?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: dok. thikstock
Jakarta - Supaya segar, tak jarang orang terbiasa langsung mencuci muka setelah seharian beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, sebagian orang lainnya justru menghindari kebiasaan ini karena takut muncul panu.

Menurut dr Eddy Karta, SpKK, informasi bahwa cuci muka setelah terpapar sinar matahari dapat menimbulkan panu hanya mitos belaka. Ia menjelaskan bahwa panu tidak diakibatkan oleh kebiasaan cuci muka. Namun lebih kepada kebiasaan sehari-hari yang tak higienis seperti jarang mandi atau cuci muka.

"Kebiasaan ini mengakibatkan berkembang biaknya jamur penyebab panu," tutur dokter yang praktik di EDMO Clinic Jakarta ini kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/2/2016).

Baca juga: Mandi Saat Berkeringat Bisa Timbulkan Panu di Kulit? Ini Kata Dokter

Meskipun disebut hanya mitos, dr Eddy membenarkan bahwa kebiasaan ini tak baik dilakukan terus-menerus. Sebab kebiasaan ini bisa menimbulkan belang atau bercak-bercak putih pada kulit wajah. Namun perlu diingat, belang ini bukan panu dan munculnya lebih sebagai akibat dari pajanan sinar matahari.

"Namun memang sesudah terkena sinar matahari kulit agak meradang karena panas dan dalam keadaan kulit meradang jika langsung disiram air dingin dapat menyebabkan kulit 'stres'," lanjutnya.

Nah, stres yang dialami oleh kulit wajah ini terjadi karena perubahan suhu dan penyempitan pembuluh darah secara mendadak dan tiba-tiba. Lantas bagaimana cara yang paling tepat untuk membersihkan wajah pasca terpapar sinar matahari tapi tak membuat kulit wajah stres?

"Untuk menghindari kulit stres, disarankan menunggu dulu selama 10 menit sebelum mencuci wajah. Atau tepatnya saat kulit sudah beradaptasi," pesan dr Eddy.

Baca juga: Jangan Asal Pakai Obat, Tak Semua Bercak Putih di Kulit Adalah Panu

(ajg/vit)