Kamis, 18 Feb 2016 15:38 WIB

Riset: Virus Zika Bisa 'Mendekam' dalam Sperma Berbulan-bulan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Persebaran virus zika lewat hubungan intim memang ada laporannya, walaupun yang tercatat hanya 1-2 kasus saja. Namun temuan terbaru mengungkap sekali 'mendekam' dalam tubuh seorang pasien, maka virus ini bisa bertahan sangat lama.

Fakta ini muncul setelah kabar tentang penularan virus Zika dari suami ke istrinya di Texas beberapa waktu lalu. Kasus ini dianggap sebagai kasus penularan virus Zika pertama lewat hubungan seks.

Ternyata sebelum kasus di Texas ini mengemuka, ada satu laporan kasus lain yang mengatakan ada persebaran virus Zika lewat kontak seksual. Kasus ini terjadi pada tahun 2008 lalu, di mana seorang peneliti dari Colorado tertular virus tersebut saat berada di luar negeri. Begitu si peneliti pulang beberapa bulan kemudian, sang istri ikut terinfeksi virus yang sama.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa virus Zika dapat 'mengendap' di dalam sperma pria selama beberapa bulan, bahkan setelah gejala infeksi seperti lelah, demam dan ruamnya menghilang.

Baca juga: Persebaran Virus Zika Lewat Hubungan Intim Ditemukan di AS

Namun bukti ini kemudian diperkuat dengan penemuan virus pada sperma seorang pria asal Inggris setelah dua bulan terinfeksi virus Zika. Pria yang hanya diketahui berumur 68 tahun itu terinfeksi di tahun 2014 saat ia tengah berada di sebuah negara pulau kecil di perairan Pasifik, French Polynesia.

Laporan menyatakan pria ini mulai mengeluh demam, kelelahan dan ruam setelah kembali ke Inggris. Lalu ia menjalani tes saat masih demam. Dari situ ditemukan virus Zika dalam sampel darahnya tetapi hanya sedikit yang terdeteksi.

Namun ketika dilakukan tes pada spermanya, virus Zika tersebut masih ditemukan setelah 27 hari pasca tes pertama. Bahkan hingga 62 hari setelah gejala awal dari infeksi Zikanya muncul.
 
Kendati demikian, peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention mencatat virus Zika yang terdeteksi dalam sampel sperma pria-pria tersebut tidak terbukti berada dalam keadaan aktif, jadi kecil kemungkinan bila terjadi transmisi atau penularan, misal saat yang bersangkutan berhubungan intim.
 
"Bisa jadi karena lama berada di dalam sperma, virus ini kemudian berpotensi untuk mengalami transmisi atau penularan secara seksual," tulis mereka, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (18/2/2016).

Baca juga: Nyamuk Nakal! Kehidupan Seksual Manusia Diganggu Juga Olehnya (lll/vit)