Jumat, 19 Feb 2016 09:15 WIB

Glaukoma si Pencuri Penglihatan

Mengenal Glaukoma, si Pencuri Penglihatan yang Tak Bergejala

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Glaukoma disebut sebagai si pencuri penglihatan. Penyakit ini tidak memiliki gejala khusus namun bisa menyebabkan kebutaan jika tak ditangani.

dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya menjelaskan bahwa secara definisi merupakan salah satu penyakit yang menyerang saraf mata. Peningkatakan tekanan bola mata menyebabkan kerusakan saraf yang mengurangi luas penglihatan dan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kebutaan.

"Disebut sebagai si pencuri penglihatan karena penyakit ini tidak bergejala. 80 Persen pasien tidak mengalami gejala apapun kecuali tekanan tinggi pada bola mata yang menyebabkan kerusakan saraf mata dan membuat kehilangan luas penglihatan," tutur dr Emma kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sering Tak Disadari, Diabetes Retinopati Bisa Sebabkan Kebutaan 

Dijelaskan dr Emma, glaukoma berbeda dengan katarak yang menurunkan ketajaman penglihatan akibat kekeruhan di lensa mata. Pada kasus glaukoma, seseorang akan kehilangan luas penglihatan sedikit demi sedikit akibat tekanan yang tinggi pada bola mata.



Normalnya, tekanan pada bola mata berada di angka sekitar 20-21 mmHg. Pada kasus glaukoma, tekanan yang tinggi hingga di atas 30 mmHg bisa terjadi tanpa adanya gejala apapun.

Tekanan tinggi pada bola terjadi karena adanya penumpukan cairan mata di saluran trabecular yang terletak di depan iris. Penumpukan cairan trabekular menyebabkan bola mata tertekan ke segala arah dan merusak saraf mata yang ada di bagian belakang.

"Makanya bukan ketajaman penglihatannya yang berkurang, tapi luas penglihatannya. Pasien glaukoma ada juga yang matanya tetap tajam hingga 100 persen tapi hanya bisa melihat di tengah saja, bagian pinggir tidak kelihatan, harus cari-cari dulu," tambahnya lagi.

Glaukoma juga bisa disebabkan karena komplikasi penyakit lain. Infeksi pada mata, diabetes melitus dan hipertensi merupakan tiga penyakit utama yang bisa meningkatkan tekanan pada bola mata dan menyebabkan glaukoma.

"Ini disebut sebagai glaukoma sekunder, yang terjadi akibat pengaruh dari luar yang menyebabkan tekanan bola mata meningkat. Bisa terjadi pada siapa saja termasuk bayi, anak-anak dan orang dewasa," ungkapnya lagi.

Ulasan khas detikHealth kali ini akan membahas seputar glaukoma, termasuk bagaimana penanganannya dan apakah glaukoma bisa disembuhkan. Simak terus detikHealth hari ini ya.

Baca juga: Yuk Kenali Gangguan pada Mata Serta Pencegahannya! (mrs/vit)