Jumat, 19 Feb 2016 16:05 WIB

Glaukoma si Pencuri Penglihatan

Glaukoma Bisa Dialami Sejak Bayi, Risiko Tinggi pada yang Lahir Prematur

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Glaukoma kongenital merupakan jenis glaukoma yang menyerang bayi. Pakar mengatakan salah satu penyebab glaukoma kongenital adalah bayi lahir prematur.

"Bayi lahir prematur, retinanya sudah rusak sejak lahir yang akhirnya memengaruhi keseimbangan cairan mata dan menyebabkan tekanan tinggi pada bola mata," tutur dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya kepada detikHealth, beberapa waktu lalu.

Penyebab lainnya menurut dr Emma adalah munculnya tumor di mata bayi. Tumor ini menekan bola mata yang akhirnya merusak saraf mata dan menyebabkan gangguan luas penglihatan.

Baca juga: Riwayat Genetik Tingkatkan Risiko Glaukoma Primer

Situs WebMD menyebut glaukoma kongenital termasuk kasus langka. Statistik menyebut glaukoma ini hanya terjadi pada 1 dari 10.000 kelahiran hidup di dunia. Meski langka, bukan berarti penanganan yang dilakukan berbeda.

Bayi yang tidak mendapat penanganan langsung berisiko tinggi mengalami kebutaan sebelum umur 3 tahun. Masalahnya, penyakit ini sama seperti glaukoma orang dewasa di mana tidak ada gejala yang muncul secara khusus.

Meski begitu, dr Emma menjelaskan biasanya orang tua bisa melihat tanda-tandanya. Salah satunya adalah dari kemampuan bayi untuk berkedip atau tanda yang tampak seperti tumor dan kelopak mata yang berbeda.

Untuk penanganan, glaukoma kongenital tidak berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa. Mata bayi aka dioperasi dan dibuatkan saluran agar tidak ada penumpukan cairan mata yang menyebabkan tekanan bola mata tinggi.

"Begitu dia boleh dioperasi, dokter anak bilang oke, langsung dioperasi. Pada anak-anak bisanya tidak ada keluhan dan risiko gangguan penglihatan di masa depan berkurang," paparnya.

Baca juga: Infografis: 5 Fase Glaukoma si Pencuri Penglihatan (mrs/vit)