Sabtu, 20 Feb 2016 08:29 WIB

Ahok Minta Warga Jakarta Jaga Makan Agar Tak Mudah Kena Kanker

Ayunda Windyastuti Savitri - detikHealth
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut penyakit kanker bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Untuk mengurangi tingginya risiko pertumbuhan sel kanker di Ibu Kota, Ahok berpesan warga Jakarta jaga makan, antara lain dengan tidak mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan.

"Saya mendorong agar orang, bukan karena harga beras mahal gitu ya, jauhilah karbo. Ya roti, nasi, mie dan macam-macam itu kalau terlalu banyak dimakan jadi makanan sel kanker. Itu jadi gula," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).

Hal itu disampaikannya usai menerima kunjungan produser film layar lebar sekaligus aktris Wulan Guritno beserta suaminya Adilla Dimitri dan aktor senior Tyo Pakusadewo dalam rangka mempromosikan film drama tentang perjuangan melawan kanker berjudul 'I Am Hope'. Dalam kesempatan itu, Ahok juga mendorong warga untuk secara bertahap mulai menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan mengurangi karbohidrat.

"Saya harap orang bisa mulai diet karbolah. Kalau kamu nggak tahan, minimal satu hari sekali atau skip berapa kali. Kurangi nasi. Memang enggak enak, saya juga enggak ada nasi susah makan," lanjutnya.

"Tapi saya kira ini satu hal yang baik untuk mendorong masyarakat kita mulai makin ngerti makanan yang baik dan sehat," imbuh Ahok.

Baca juga: Idap Kanker Hati Stadium Lanjut Seperti Alex Komang, Peluang Sembuh Kecil

Dihubungi terpisah, Konsultan kesehatan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Ari Fahrial Syam, SPPD, KGEH, FINASIM, MMB-FACP menuturkan konsumsi karbohirat yang berlebihan memang tidak serta-merta mengakibatkan kanker. Prinsipnya, untuk menjaga kesehatan memang dianjurkan untuk membatasi makanan. Karena jika makan berlebihan, tak terkecuali karbohidrat bisa mengakibatkan penumpukan kolesterol, asam urat tinggi, maupun obesitas.

"Kanker usus besar antara lain ditemukan pada mereka yang obesitas, kegemukan. Jadi memang sebaiknya kurangi makan makanan berlebihan. Kurangi karbo, lemak, protein berlebihan," tutur dr Ari.

Kerap kali dr Ari melihat konsumsi karbohidrat di masyarakat yang cukup tinggi. Misalnya orang makan yang sampai menambah nasi hingga dua piring. Belum lagi ada yang makan nasi dengan lauk mi, balado kentang, dan perkedel. Tentu saja semua itu menyebabkan asupan karbohidrat berlebihan.

"Kalau kalori yang masuk tidak sama dengan yang keluar maka akan terjadi penumpukan, sehingga terjadi kegemukan, fatty liver, bisa batu empedu, juga pembuluh darah serta masalah pembuluh darah dan jantung," imbuh dr Ari.

Terkait film 'I Am Hope', Ahok mengatakan film itu memiliki plot cerita yang sangat bagus. Di mana, mengajarkan setiap orang yang terjangkit penyakit kanker harus diberi penguatan dari keluarga serta kerabatnya agar tetap memiliki harapan untuk hidup.

"Kanker ini bisa kena siapa saja. Semua beresiko kena. Shock membuat bisa parah. Kalau orang yang sering hatinya galau saja bisa kena penyakit, apalagi kalau sudah kanker kan? Kami sangat mengapresiasi, kita harap banyak orang nonton supaya orang ngerti," terang Ahok.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan 2 Cara Ini

Suami Veronica Tan itu juga menegaskan, saat ini Pemprov DKI tengah berupaya menambah fasilitas alat kemoterapi untuk membantu penyembuhan penderita kanker. Menurutnya, ketersediaan alat kemoterapi di seluruh Indonesia hingga saat ini belum mencukupi dan merata.

"Potensi kanker di Indonesia besar, dengan jumlah penduduk sebanyak itu harusnya minimal ada 800 set alat kemoterapi. Kita sekarang di seluruh Indonesia hanya punya 40 unit, jadi bisa dibayangkan semua orang datang ke Jakarta karena rata-rata alatnya ada di sini. Jadi kami akan mulai dulu di RSUD Pasar Minggu pasang 16 unit dengan teknologi yang baru, kalau sudah jadi kita harap enggak ada lagi orang ngantre," kata Ahok.

Dia juga berencana untuk menonton film 'I Am Hope'. Namun dalam waktu dekat, Ahok akan mengajak para SKPD untuk menyaksikan film tentang disabilitas di bioskop. Hal ini dimaksudkan agar tujuannya dalam menciptakan Kota Jakarta ramah terhadap penyandang disabilitas bisa terwujud.

"Saya mau nonton tapi nonton film 'Jingga' dulu. Ngatur dulu jadwalnya. Kita akan putar di Djakarta Theater. Kita akan bawa Dishub, Dinas PU Bina Marga dan Dinas Pertamanan. Soalnya kita ingin betul-betul Jakarta bisa ramah terhadap disabilitas. Film-film seperti ini pasti kami dukung untuk ditonton," pungkasnya. (aws/vit)
News Feed