Senin, 22 Feb 2016 09:03 WIB

Perhatikan, Ini 5 Tips dari Dokter Olahraga untuk Pelari Pemula

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga lari menjadi salah satu cabang olahraga populer di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran. Selain mudah dan murah, lari juga semakin menyenangkan jika dilakukan bersama teman.

dr Grace Tumbelaka, SpKO dari RS Jakarta mengatakan meski mudah, olahraga lari tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika pelari pemula tak mematuhi aturan dasar, risiko cedera hingga kehilangan manfaat lari pun mengintai.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan pelari pemula? Kepada detikHealth dr Grace pun memberikan 5 tips bagi pelari pemula. Apa saja?

1. Jangan sepelekan pemanasan

Pemanasan, peregangan dan pendinginan merupakan siklus atau aturan dasar olahraga manapun. Melewatkan salah satunya bisa meningkatkan seseorang mengalami cedera ketika berolahraga.

"Intinya jangan lupakan aturan dasar. Sebelum lari pemanasan dulu, setelah itu peregangan. Setelah lari juga lakukan pendinginan. Ini penting supaya otot tidak cedera," ungkapnya.

2. Lari sesuai kemampuan

dr Grace mengatakan pelari pemula tidak perlu buru-buru mencapai jarak atau kecepatan tertentu ketika berlari. Larilah sesuai kemampuan sembari mengukur ketahanan fisik.

"Misalnya baru kuat larinya 10 - 15 menit ya tidak apa-apa. Sedikit-sedikit dulu nanti begitu terbiasa baru ditingkatkan. Pelari yang sekarang bagus juga dulunya pemula kok," tambahnya.



3. Jangan minder

Ketika lari tidak sesuai target yang diharapkan, dr Grace berpesan agar seseorang tidak mudah menyerah dan minder. Tujuan utama lari adalah olahraga dan menyehatkan badan.

"Jangan minder dengan yang lain karena kan kira lari untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang," tegasnya.

4. Perhatikan kondisi tubuh

Kondisi tubuh yang fit dan bugar sangat penting sebelum melakukan olahraga lari. Untuk itu, perhatikan juga apakah tubuh memiliki kondisi yang akan memburuk jika berlari.

"Misalnya ada low back pain atau risiko lutut, ya larinya disesuaikan. Intensitasnya dikurangi, kecepatannya juga," tuturnya.

5. Gunakan outfit yang pas

Outfit olahraga, mulai dari baju, celana hingga sepatu penting untuk meningkatkan manfaat yang didapat serta mengurangi risiko cedera. dr Grace berpesan sebisa mungkin gunakan outfit yang tepat ketika melakukan olahraga lari.

"Pakai baju yang menyerap keringat, celana yang tidak mengganggu gerakan dan sepatu lari yang tepat," pungkasnya.

(mrs/up)
News Feed