Selasa, 01 Mar 2016 08:05 WIB

Senyawa dalam Kondom Disebut-sebut Bisa Picu Kanker

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Para pakar menyebut sebuah senyawa dalam kondom dan empeng bayi sebagai pemicu kanker. Senyawa tersebut ditempatkan dalam satu kategori dengan daging merah, yakni 'possible carcinogen'.

Senyawa tersebut adalah MBT, yang merupakan singkatan dari 2-mercaptobenzothiazole. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, senyawa tersebut ditemukan dalam berbagai produk berbahan karet, mulai dari kondom hingga empeng bayi atau dummy.

Untungnya, paparan melalui produk sehari-hari sangat kecil sehingga masyarakat umum tidak perlu cemas. Peringatan akan adanya risiko kesehatan lebih ditujukan pada para pekerja di perusahaan yang memproduksi produk-produk tersebut dan berisiko terpapar dalam jumlah lebih besar.

Baca juga: Cara 'Mematahkan' Alasan Suami Ketika Enggan Pakai Kondom Saat Bercinta

Dalam sebuah pertemuan di Lyon Prancis, 24 pakar dari 8 negara mengatakan ada cukup bukti untuk menggolongkan MBT ke dalam daftar pemicu kanker. Komite yang melakukan kajian tersebut mengatakan bahwa MBT telah teridentifikasi dalam produk sehari-hari.

"Telah diidentifikasi baru-baru ini bahwa dalam debu jalanan yang bisa terhirup dengan pemakaian ban karet paling mungkin menjadi sumber pencemaran ini," kata salah satu anggota komite, Prof Hans Kromhout seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (1/3/2016).

Sebagai bagian dari kajian tersebut, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengamati penelitian terhadap para pekerja pabrik kimia. Hasilnya mengaitkan MBT dengan kanker kandung kemih, kanker usus, dan sejenis kanker darah. Namun adanya senyawa lain mengandung arti bahwa MBT bukan satu-satunya kemungkinan penyebab.

Baca juga: Inovasi Kondom di 2015: Sesuai Ukuran Mr P Hingga Deteksi Penyakit Seksual (up/up)