Kenali <i>Transient Ischemic Attack</i>, Stroke Ringan yang Tak Bisa Diremehkan

ADVERTISEMENT

Kenali Transient Ischemic Attack, Stroke Ringan yang Tak Bisa Diremehkan

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 01 Mar 2016 18:30 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Serangan stroke ada beberapa jenis dan gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam secara tiba-tiba. Dokter menyebut gejala yang paling umum adalah kelumpuhan yang dialami oleh bagian tubuh tertentu dan perlu segera ditangani.

Terkait hal itu ada jenis stroke bernama Transient Ischemic Attack (TIA) yang karena ringan gejalanya mungkin saja terlewat oleh pasien. Direktur Umum RS Pusat Otak Nasional dr Mursyid Bustami, SpS(K), mengatakan hal ini karena kelumpuhan akibat TIA bisa sembuh sendiri tak lama setelah serangan terjadi.

"Ini gejala stroke yang bersifat sementara kurang dari 24 jam, paling sering hanya beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan saraf. Mungkin kita sering mendapatkan informasi seseorang kok mulutnya jadi rada miring dan bicaranya cadel tapi kemudian normal lagi, nah ini yang disebut TIA," kata dr Mursyid dalam seminar media di Restoran Bebek Bengil, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

Baca juga: Gejala Stroke Sembuh dalam Waktu 24 Jam? Waspadai Stroke Ringan

"Sekali orang kena TIA sudah sama penanganannya dengan orang yang pernah terkena stroke. Jadi faktor risikonya juga sama. Kalau dibiarkan TIA itu berlalunya akan kearah stroke," kata dr Mursyid.

Faktor resiko untuk TIA dijelaskan oleh dr Mursyid di antaranya adalah tekanan darah yang tinggi, kolesterol tak seimbang, obesitas, dan diabetes. Oleh karena itu untuk menghindarinya pola hidup sehat dengan olahraga teratur dan makanan bernutrisi seimbang sangat dianjurkan.

Bila dengan menjaga gaya hidup saja dirasakan tak cukup, maka penggunaan obat obatan juga bisa dipakai untuk membantu. Misal untuk mengendalikan kadar kolesterol di batas aman bisa diapakai obat dari golongan statin.

"Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke, lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko untuk menghindari stroke. Periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko yang dapat dikendalikan," tutup dr Mursyid.

Baca juga: Sempat Kena Stroke Ringan, Michelle Tetap Nekat Datang Wawancara Kerja (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT