Rabu, 09 Mar 2016 10:23 WIB

Kisah Lindsey, Pasien Cangkok Rahim Pertama di Amerika Serikat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Cleveland Clinic di Amerika Serikat baru-baru ini berhasil melakukan operasi cangkok rahim pertama. Sang penerima donor pun akhirnya angkat bicara.

Wanita berusia 26 tahun yang bernama Lindsey tersebut menjadi pasien cangkok rahim pertama di Amerika Serikat. Cangkok rahim atau transplantasi uterus dilakukannya untuk bisa hamil dan melahirkan anak kandung.

"Saat aku berusia 16 tahun aku mendapat kabar bahwa aku tak bisa hamil dan melahirkan anak. Aku berdoa kepada Tuhan agar aku bisa merasakan hamil, dan di sini kita berdiri di awal perjalanan menuju kehamilan," tutur Lindsey, dikutip dari CNN, Rabu (9/3/2016).

Baca juga: Rumah Sakit Ini Sukses Lakukan Cangkok Rahim Pertama di AS

Sejatinya, Lindsey dan suaminya, Blake, sudah memiliki 3 anak angkat. Lindsey mengaku sangat mencintai anak-anaknya, namun impian agar bisa hamil dan melahirkan anak kandung tak pernah pupus dari benaknya.

Lindsey sendiri merupakan pasien kondisi langka. Ia dilahirkan tanpa rahim namun memiliki indung telur yang berfungsi normal. Akibatnya, Lindsey tetap mampu memproduksi sel telur namun tidak memiliki tempat untuk janin bersemayam. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 5.000 wanita di dunia.

Dr Andreas Tzakis, direktur program transplantasi Cleveland Clinic mengatakan Lindsey tak serta merta langsung hamil. Tim dokter masih akan melakukan pemantauan selama satu atau dua bulan sebelum Lindsey diperbolehkan pulang dan menjalani hidup normal.

Setelah keluar dari rumah sakit, Lindsey tetap diharuskan meminum obat anti-inflamasi agar tidak terjadi penolakan oleh tubuh terhadap organ donor. Rencananya, rahim donor ini akan diangkat lagi setelah Lindsey berhasil memiliki satu atau dua anak kandung.

"Hal ini dilakukan agar pasien tak perlu minum obat terus-menerus. Kelahiran bayi jika pasien berhasil hamil akan dilakukan secara caesar," tuturnya.

Baca juga: Terobosan Baru Cangkok Rahim Bakal 'Hamili' 9 Perempuan Swedia

Tahun lalu, tim dokter dari University of Gothenburg, Swedia berhasil membantu proses persalinan seorang ibu yang bisa memiliki anak setelah menjalani transplantasi rahim, dan ini merupakan yang pertama di dunia.

Hingga saat ini belum ada yang bisa menyaingi Swedia dalam terobosan baru itu. Sebab mereka telah berhasil melakukan 9 kali transplantasi rahim. Empat dari pasien cangkok saat ini sedang mengandung, dan lima lainnya sudah melahirkan. (mrs/vit)