Jumat, 11 Mar 2016 15:32 WIB

Para Anggota Legislatif Sakit Bersamaan, Diduga karena Minum Susu Mentah

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pada 3 Maret lalu para anggota legislatif di Virginia Barat, Amerika Serikat, berhasil meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) legalisasi susu mentah. Artinya masyarakat setempat kini bisa secara legal menjual dan mendistribusikan susu mentah.

Virginia Barat tadinya melarang distribusi susu mentah karena khawatir bisa memengaruhi kesehatan masyarakat terutama pada mereka yang ingin mengonsumsi susu langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh sebab itu pada RUU yang diloloskan belakangan ini diatur juga bahwa orang yang ingin minum susu mentah harus menandatangani dokumen yang menyatakan dirinya mengakui risiko-risikonya.

Setelah meloloskan RUU, para anggota legislatif lalu merayakannya dengan ramai-ramai minum susu mentah sesuai dengan apa yang baru saja diperjuangkan. Tak berapa lama satu persatu anggota pun berjatuhan karena sakit perut.

Baca juga: Usai Menyantap Ikan Mentah, Pria Ini Terserang Sindrom Langka Sampai Koma

Salah seorang anggota bernama Pat McGeehan yakin dirinya alami sakit perut karena bakteri tapi menyangkal sumbernya dari susu.

"Pasti ada beberapa rekan lainnya yang memiliki gejala sama seperti yang saya alami. Ada anggota yang membawa susu mentah menawarkan secangkir dan karena saya mencoba sopan saya minum sedikit lalu membuang sisanya. Oleh karena itu saya sangat ragu penyebabnya susu pada kasus saya," kata McGeehan seperti dikutip dari MedicalDaily, Jumat (11/3/2016).

Terkait kasus ini memang disebabkan susu atau bukan, ahli sependapat bahwa mengonsumsi susu mentah tak baik untuk kesehatan. Susu yang tak melalui proses pasteurisasi berisiko masih mengandung bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria yang dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan.

Gejala seperti diare, mual, sakit seperti flu, dan bahkan kematian bisa dialami oleh orang yang minum susu mentah.

Baca juga: Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Tren ASI untuk Konsumsi Dewasa (fds/vit)