Kamis, 07 Apr 2016 10:30 WIB

Kemenkes: Penghentian Injeksi Bupivacain untuk Cegah Hal Tak Diinginkan

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Surat edaran untuk menghentikan sementara penggunaan injeksi bupivacain spinal generik buatan Bernofarm dikeluarkan Kemenkes. Tujuannya adalah untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Betul ini untuk mencegah yang tidak diinginkan," ujar Dirjen Pelayanan Kesehatan dr Bambang Wibowo, SpOG(K) MARS saat dihubungi, Kamis (7/4/2016).

"Jadi ini bukan menarik, tapi agar penggunaan di rumah sakit dihentikan sementara," imbuhnya sembari mengatakan edaran dikeluarkan pada Rabu (6/4) malam.

dr Bambang belum bersedia menjelaskan secara detail hal seperti apa yang hendak dicegah. Dia hanya membenarkan telah mendengar kasus 3 pasien yang meninggal setelah mendapat injeksi bupivacain spinal.

"Kasus yang disebutkan tadi baru dugaan (meninggal karena injeksi bupivacain spinal). Makanya kita sampaikan edaran untuk dihentikan sementara penggunaannya, kita telusur, sampai terbukti. Jangan sampai ada (pasien) yang jatuh lagi," tambahnya.

Baca juga: Perhimpunan Dokter Anestesi Terima Edaran Penghentian Injeksi Bupivacain

Sebelumnya, Deputi I Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Drs Bahdar Johan Hamid, Apt membenarkan adanya insiden tidak diharapkan pasca pemberian injeksi bupivacain untuk operasi. Terkait insiden tersebut, pihaknya sudah melakukan pengecekan.

"Sudah, kita cek semua termasuk ke pabriknya. Tapi memang belum ada data yang cukup untuk mengambil langkah selanjutnya. Masih kita investigasi," jelas Bahdar. (vit/rdn)
News Feed