Jumat, 08 Apr 2016 08:46 WIB

Pakai Fitness Tracker, Efektifkah Bantu Menjaga Kebugaran?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Fitness tracker berbentuk gelang, kalung, atau aksesoris lainnya dibuat dengan fungsi utama untuk mengukur tingkat aktivitas fisik sang pemakai dan membantunya agar meraih aktivitas optimal untuk kebugaran fisik. Hal ini dicapai alat dengan merekam berapa banyak seseorang melangkah dalam sehari kemudian dibandingkan dengan data pribadi seperti tinggi, berat, usia, dan jenis kelamin pemakai.

Tapi apakah alat tersebut benar-benar efektif?

Riset pasar menunjukkan bahwa sekitar 50 persen pengguna berhenti menggunakan alat dalam jangka waktu 12 bulan setelah pertama kali pakai. Artinya meski perhitungan yang diberikan akurat, namun belum tentu semua orang cocok dan termotivasi untuk olahraga.

Baca juga: 4 Gejala yang Menandakan Porsi Latihan Kardio Mulai Berlebihan

Menurut Dr Mitesh Patel dari bidang Medicine and Healthcare Management di University of Pennsylvania, orang-orang yang cenderung bisa mendapatkan manfaat dari fitness tracker adalah mereka yang dari awal telah memiliki motivasi terhadap kesehatan.

"Individu-individu dengan motivasi cenderung lebih bisa menerima data dan menggunakannya. Sementara orang yang punya kondisi kronis seperti obesitas atau diabetes, memberikan mereka alat saja sering kali tak cukup," kata Patel seperti dikutip dari ABC Australia.

Patel mengatakan teknologi perlu dibarengi dengan strategi perilaku yang efektif agar bisa meningkatkan kesehatan pemakainya. Sebagai contoh misal buat aturan bila tak memenuhi target maka akan ada sanksi potong uang atau tak ada jajan.

Selain itu disarankan juga agar seseorang mencari teman untuk melakukan hal yang sama dengan alatnya. Suasana kompetitif akan membuat aktivitas menjadi lebih menyenangkan dan tak membebani.

"Kombinasi antara struktur sosial dan hadiah insentif bisa sangat membantu kita mencapai hasil yang lebih baik daripada hanya sekedar memakai alat," tutup Patel.

Baca juga: Rajin Fitnes di Gym Tapi Diet Tak Dikontrol, Efeknya Nol

(fds/vit)