ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Apr 2016 10:00 WIB

4 Cara Hewan Peliharaan Bantu Kalahkan Efek Buruk Stres

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Menurut survei yang dilakukan oleh peneliti di Harvard School of Public Health, hewan peliharaan terbukti memiliki peran yang besar dalam menurunkan tingkat stres orang-orang. Terlihat dari sekitar 87 persen pria dan wanita yang mengaku bisa merasa lebih tentram setelah menghabiskan waktunya bersama hewan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dikutip dari berbagai sumber berikut 4 cara hewan peliharaan membantu melawan stres:

1. Tekan kortisol

Ketika seseorang mengelus-elus peliharannya, ia tak hanya menenangkan sang hewan tapi dirinya juga. Direktur Center for Human-Animal Interaction di Virginia Commonwealth University Sandra Barker pernah mengatakan berinteraksi dengan anjing misalnya setelah mengalami kejadian tak menyenangkan dapat mengurangi efek stres.

Survei pada tahun 2012 melihat hormon stres bernama kortisol bisa tertekan oleh hormon oksitosin yang diproduksi tubuh ketika bermain dengan binatang peliharaan kesayangan.

2. Turunkan tekanan darah

"Stres dapat memengaruhi banyak hal di tubuh kita dan berkaitan dengan peningkatan detak jantung serta tekanan darah," kata ahli keperawatan Profesor Lynne T. Braun dari Rush University.

"Dengan mempromosikan relaksasi, memaparkan seseorang pada hewan peliharaan dapat membantu mengatasi masalah ini," lanjut Lynne.

Satu studi yang dilakukan di Australia mendukung fakta ini dengan menemukan bahwa rata-rata pemilik hewan peliharaan memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibanding orang yang tak punya hewan peliharaan.

3. Bantu keluar rumah

Ketika seseorang cemas, khawatir, dan stres menumpuk karena suatu hal. Punya hewan peliharaan yang bisa diajak untuk ke luar rumah jalan-jalan mencari udara segar dapat membantu.

"Peliharaan kita memberi kita kesempatan untuk meraih dunia luar," kata dokter hewan Debra F. Horwitz.

Debra memberikan tips ketika sedang stres berat ajak anjing peliharaan jalan-jalan selama 10 menit saja cukup. Melihat tingkah laku hewan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dapat membantu sang majikan mengapresiasi keadaan yang ada.

4. Terapis hewan

Untuk beberapa hewan peliharaan, ada beberapa yang memang punya kemampuan dan dapat dilatih menjadi terapis pendukung emosi bersertifikat. Dua hewan yang umumnya digunakan adalah anjing atau kucing.

Contoh seekor kucing bernama Thula yang menjadi terapis untuk balita dengan autisme Iris Grace Halmshaw. Kehadirannya membuat Iris yang sulit untuk berkomunikasi bisa dengan santai menjalani hari-harinya.

Sebagai kucing terapi, Thula dengan sabar selalu mendampingi Iris dan menenangkannya jika Iris merasa tidak nyaman.

Baca juga: Wah! Kucing Bantu Balita Autistik Ciptakan Lukisan Bernilai Seni

(fds/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT