Rabu, 13 Apr 2016 15:08 WIB

Kulit Terkelupas Saat Menggunakan Pembersih Kuteks? Ini Penyebabnya

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Getty Images
Jakarta - Salah satu cara untuk mempercantik diri adalah dengan mewarnai kuku-kuku jari. Ya, beberapa perempuan memang senang menghias kukunya dengan kuteks. Tak heran mereka kerap bergonta-ganti warna kuteks. Sayangnya, beberapa orang mengalami kulit terkelupas saat menggunakan pembersih kuteks. Kenapa ya?

"Mengelupas pada kulit jari itu karena iritasi yang termasuk juga peradangan. Istilah kedokterannya yaitu dermatitis kontak iritasi", kata dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar, saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu.

Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan reaksi imunologis kulit terhadap gesekan atau paparan bahan asing penyebab iritasi kepada kulit. DKI dapat dicirikan dengan kemerahan pada area kulit yang tekena, panas, gatal, dan terkadang nyeri. Pada beberapa kasus tertentu ditemukan juga fissur (kerusakan) pada area kulit yang terpapar

Penyebabnya sendiri yaitu segala jenis bahan kimia maupun larutan rumah tangga apabila terpapar secara rutin dalam jangka panjang. Suhu, kelembapan, maupun mikroorganisme seperti jamur juga dapat menyebabkan seseorang mengalami DKI.

"Kondisi ini bisa disembuhkan. Pengobatannya sendiri bisa dengan menggunakan antiradang," lanjut dokter yang akrab dipanggil dr Darma ini.

Baca juga: Jangan Dipegang-pegang, Iritasi Bisa Bikin Kulit Lebih Gelap dan Tebal

Bagi Anda yang sedang mengalami kondisi ini, hindari untuk mengucek, menggaruk, atau memegang-megang area itu karena bisa memperparah iritasi. "Iritasi yang awalnya kemerahan, apabila sering dipegang-pegang atau dikucek akan membuat area menjadi gelap dan menebal," sambung dr Darma.

Kulit yang menghitam ini bisa kembali normal, namun harus dihilangkan lebih dahulu penyebabnya. dr Darma menyarankan pemberian salep steroid jangka pendek serta vitamin dan pelembap.

Penanganan utama iritasi adalah dengan menghentikan paparan bahan yang menimbulkan iritasi dan mencegah bahan-bahan iritan lain mengenai area yang teriritasi. Untuk diketahui, bahan yang biasanya tidak menimbulkan iritasi juga bisa memperparah iritasi. Bahan apa saja itu? Bisa pasta gigi, minyak kayu putih, ataupun minyak gosok lainnya.

Jangan khawatir iritasi bakal menyebar ke area lain. Jika muncul iritasi di tempat lain, maka kemungkinannya telah ada kontak dengan bahan lain yang menyebabkan iritasi.

Baca juga: Pada Kulit Ketiak yang Sensitif, Deodoran Juga Bisa Picu Dermatitis Kontak


(vit/vit)