Minggu, 01 Mei 2016 16:15 WIB

Dampak Jangka Panjang Cedera Kepala: Tidur Jadi Bermasalah

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam studi yang dilakukan pada 31 orang dengan cedera trauma otak, peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menemukan pola tidur mereka lebih buruk dari orang pada umumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa cedera otak dalam jangka panjang bisa berimbas pada kesehatan tidur.

Hasil observasi yang dilakukan selama 18 bulan oleh CDC melihat partisipan dengan cedera otak rata-rata memiliki waktu tidur yang lebih panjang satu jam dibandingkan populasi umumnya. Selain itu sebanyak 67 persen partisipan melaporkan juga sering merasa ngantuk berlebih di siang hari.

Pemimpin studi dan ahli neurologi Dr Lukas Imbach mengatakan data yang diperoleh tersebut sejalan dengan studi sebelumnya yang menyebut orang dengan cedera otak akan mengalami masalah tidur. Hanya saja pada studi kali ini diteliti benar data masalah apa saja yang muncul.

Baca jugaTerlalu Sering Menyundul Bola Bikin Anak Lebih Berisiko Alami Gegar Otak

"Tingkat keparahan, insiden, dan penyebab gangguan tidur masih belum banyak diketahui," kata Imbach seperti dikutip dari Live Science.

"Kebanyakan studi hanya melihat partisipan selama enam bulan setelah alami cedera otak karena diasumsikan efeknya akan pudar semakin lama. Tapi dari studi ini kita bisa lihat setidaknya masalah tidur bisa tetap ada bahkan setelah 18 bulan," lanjut Imbach.

Apa yang menyebabkan masalah tidur pada cedera otak belum dapat dipastikan. Imbach mengatakan kemungkinan masalah bisa jadi serius karena tidur berhubungan erat dengan bagaimana seseorang bisa berfungsi dengan baik pada hari berikutnya ketika terbangun.

"Penyebab dari masalah tidur ini belum diketahui, tapi kami berencana untuk meneliti ke arah itu," pungkas Imbach yang mempublikasi studinya di jurnal Neurology.

Baca jugaStudi: Orang yang Gemar Kegiatan Berbahaya Punya Otak Lebih Tipis

(fds/vit)
News Feed