Sabtu, 14 Mei 2016 12:45 WIB

'Bakat' Punya Anak Kembar atau Tidak, Ini Penentunya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Amsterdam - Memiliki anak kembar merupakan anugrah tersendiri. Namun anak kembar biasanya diperoleh karena faktor genetik. Hanya saja belum ada peneliti yang berhasil mengungkap varian gen apa yang berperan di balik hal ini.
 
Varian gen yang berperan dalam menentukan apakah seseorang 'berbakat' memiliki anak kembar ini akhirnya ditemukan oleh dua peneliti asal Belanda: Dr Hamdi Mbarek dan Prof Dorret Boomsma dari Vrije Universiteit Amsterdam.
 
Temuan ini diperoleh setelah kedua peneliti menganalisis genome dari 1.980 wanita yang melahirkan anak kembar secara alami dan membandingkannya dengan genome dari 12.953 wanita yang melahirkan anak tunggal. Dari situ mereka melihat ada dua varian gen tertentu yang lebih sering muncul pada wanita yang melahirkan kembar.

Baca juga: Kelahiran Kembar di Berbagai Negara Meningkat, Apa Sebabnya?

Varian pertama berada di area yang dekat dengan gen bernama FSHB. Gen ini diduga berperan dalam menghasilkan 'follicle-stimulating hormone' (FSH) yang bertugas membantu mematangkan sel telur. Makin banyak FSH-nya, maka peluang seorang wanita untuk menghasilkan dua sel telur sekaligus dalam satu siklus bisa meningkat. Dengan begitu peluangnya punya anak kembar juga makin tinggi, terutama yang non-identik.
 
Varian kedua adalah gen SMAD3. Diduga berperan dalam mengubah penerimaan 'sinyal' ovarium yang dikirimkan FSH. Menurut peneliti, wanita yang mempunyai varian gen ini menghasilkan FSH dalam jumlah rata-rata, tetapi ovariumnya jadi lebih peka terhadap FSH, sehingga memicu pelepasan dua sel telur tiap bulannya.

"Varian-varian ini ternyata belum pernah diungkap, bahkan diketahui perannya di balik bayi kembar," ungkap salah satu peneliti Cornelis Lambalk.

Baca juga: Kondisi Langka Sebabkan Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Dua Kali Berturut-turut

Meski demikian, peneliti meyakini kedua gen ini hanyalah bagian kecil dari mekanisme munculnya peluang hamil anak kembar. Sebab ketika temuan ini direplikasi dengan mengamati populasi lain di Islandia terungkap bahwa kedua gen tersebut hanya meningkatkan peluang relatif untuk mendapatkan kembar non-identik sebesar 29 persen saja.

"Artinya masih ada banyak lagi gen yang terlibat dalam proses ini," tutup Boomsma seperti dilaporkan Livescience. (lll/vit)
News Feed