Jumat, 20 Mei 2016 13:46 WIB

Agar BPJS Tidak Kolaps, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Harus Digencarkan

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk memberikan akses kesehatan yang bisa lebih dijangkau masyarakat. Namun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa kolaps mengingat semakin meningkatnya pembiayaan untuk pengobatan non-communicable disease (NCD) atau penyakit tidak menular (PTM).

Seperti diketahui, jumlah dan visit pasien untuk 5 kasus PTM yaitu jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal cenderung naik. Disampaikan oleh Prof Budi Hidayat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, pasien jantung misalnya, naik dari 385.500 orang (2014) menjadi 520 ribu orang (2015). Sedangkan, jumlah kunjungan pasien jantung naik dari 1,36 juta menjadi 1,39 juta.

"Saat ini kesehatan masyarakat menjadi anak tiri. Padahal beban penyakit NCD, 30 tahun yang akan datang akan terus meningkat jika tidak dicegah dari sekarang. Harus ada reposisi dana JKN untuk kesmas. BPJS akan kolaps jika tidak ada kesmas dan pencegahan penyakit," ungkap Prof Budi dalam seminar Non-communicable and Life Style Disease di JW Marriott Hotel, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Baca Juga: Yakin Penyakit Tidak Menular Bisa Dicegah, Menkes Ajak Negara ASEAN Bersatu

Sementara itu, diproyeksikan penduduk Indonesia pada tahun 2035 berjumlah 305 juta penduduk. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki beban ganda untuk penyakit.

"Beban ganda disebabkan jumlah penduduk yang banyak dan NCD terus meningkat. Hal ini disebabkan masyarakat yang dulunya tidak terjangkau fasilitas kesehatan, tidak punya akses kepada fasilitas saat ini bisa mengaksesnya," lanjut Prof Budi.

NCD menelan biaya yang cukup banyak dari BPJS. Berdasarkan data olahan dari BPJS, disampaikan oleh Prof Budi Hidayat, terjadi peningkatan tren klaim dana untuk penyakit tersebut. Sampai bulan Februari 2015 saja tercatat klaim biaya NCD mencapai sekitar 360 miliar rupiah. Jika pencegahan PTM tidak digencarkan, kekhawatiran kolapsnya BPJS bisa jadi nyata.

"Seperti diketahui juga, NCD atau PTM ini menelan biaya yang signifikan dari BPJS, NCD sendiri menelan biaya yang signifikan dalam BPJS karena pasien NCD berkunjung berkali-kali," tutur Prof Budi.

Baca Juga: Minimnya Dana Kesehatan Jadi Kendala Utama Cegah PTM di Indonesia


(vit/vit)