Selasa, 24 Mei 2016 12:34 WIB

Ingin Coba Narkoba? Jangan Kepedean Bakal Bebas dari Kecanduan

Firdaus Anwar - detikHealth
Rilis operasi narkoba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2016) Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Salah satu hal yang sering menjadi awal keterjerumusan seseorang pada dunia gelap narkotik, psikotropika, dan obat berbahaya (narkoba) adalah dari coba-coba. Dimulai dari hal yang dianggap ringan seperti merokok, berlanjut ke minum minuman keras, lalu menjajal narkoba.

Kasubdit Pendidikan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Drs Dik Dik Kusnadi mengatakan rasa percaya diri tinggi adalah yang umumnya mendorong seseorang untuk mencoba narkoba. Mereka merasa yakin dirinya tidak akan menjadi ketergantungan.

"Jangan kepedean merasa nggak bakal kecanduan. Sekali lagi jangan kepedean. Kalau ada yang menawarkan sesuatu jangan mau deh," kata Kusnadi ketika memberikan penyuluhan pada pelajar di Kantor Pusat PT Actavis, Jakarta Timur, (24/5/2016).

Apa yang terjadi ketika seseorang coba-coba awalnya memang tak akan langsung ketergantungan dan malah cenderung merasa senang akibat efek yang dihasilkan. Tidak ada dorongan untuk mencobanya lagi kecuali sesekali ketika ada kesempatan atau mungkin sekadar iseng.

Baca juga: Mana yang Paling Berbahaya dan Mematikan: Alkohol, Heroin atau Kokain?

Tapi kemudian hal yang tidak disadari adalah frekuensi pemakaian yang sedikit demi sedikit meningkat. Dari yang hanya mencoba berubah menjadi pemakai reguler dan pada tahap ini dosis pemakaian narkoba 'dituntut' oleh tubuh untuk terus bertambah. Sampai akhirnya ketika ingin berhenti gejala putus obat pun muncul dan pemakai terlambat sadar bahwa dirinya ketergantungan.

Bila sudah sampai pada tahap tersebut apa saja akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan narkoba. Dorongan untuk melakukan tindak kriminal pun membesar dan dianggap tak jadi masalah.

"Jadi kalau ditawarin narkoba adik-adik harus sudah ingat itu berakhirnya pasti hanya akan di tiga tempat: rumah sakit jiwa, penjara, atau kuburan. Hanya itu saja," kata Kusnadi.

"Orang tua membesarkan kita sampai besar dengan harapan luar biasa dan harapan itu sirna karena narkoba. Pernah ada ibu datang kirain minta anaknya direhab tapi ternyata ngomong 'pak tolong tembak anak saya'. Itu sebegitu merusaknya narkoba menggerogoti bukan hanya pecandu tapi orang sekitarnya juga," ucap Kusnadi.

Baca juga: Peneliti: LSD Membuat Otak Manusia Dewasa Menjadi Seperti Bayi (fds/vit)