Rabu, 25 Mei 2016 19:15 WIB

Kurang Dana Jadi Salah Satu Hambatan Skrining Hipotiroid Kongenital

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Penyakit hipotiroid kongenital sebenarnya bisa dicegah jika dilakukan skrining saat bayi baru lahir. Namun, faktor kurangnya dana menjadi salah satu hambatan dilakukannya skrining hipotiroid kongenital.

Diungkapkan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), Indonesia masih tertinggal dari negara lain seperti Filipina atau Thailand dalam hal skrining penyakit. Dengan adanya skrining, peluang suatu penyakit diatasi sesegera mungkin termasuk sejak anak-anak baru lahir pun makin besar.

"Sebenarnya pelaksaan skrining ini sudah diatur dalam Permenkes tahun 2014. Tetapi, permenkes tidak ditunjang dana yang cukup. Harusnya satu juta bayi di Indonesia (sekitar 20 persen bayi) sudah diskrining penyakit. Tapi karena kekurangan anggaran, hanya 5,2 persen bayi yang bisa disubsidi untuk dilakukan skriningnya," ungkap dr Aman di sela-sela konferensi pers 'Waspada Gangguan Tiroid' di Grand Cempaka Hotel, Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Skrining Anak Keterbelakangan Mental Belum Jadi Prioritas

dr Aman menambahkan, deteksi dini hormon tiroid pada anak amat penting. Sebab, gangguan tiroid bisa berdampak pada tumbuh kembang anak nantinya. Maka dari itu, diharapkan orang tua lebih waspada lagi terhadap gangguan tiroid mulai dari mengenali gejalanya dan mendeteksi dini sehingga gangguan tiroid bisa diatasi lebih cepat.

"Skrining jika di luar program, untuk TSH (hormon yang mengendalikan kelenjar tiroid) biayanya sekitar Rp 300 ribu. Kalau di RS pemerintah sekitar Rp 100 ribuan. Kalau ikut program bisa di bawah Rp 100 ribu. Sebenarnya kan tidak mahal, maka dari itu perlu kesadaran masyarakat yang lebih," ujar dr Aman.

Sementara itu, diungkapkan dr Imam penyebab munculnya hipotiroid kongenital bisa karena tidak adanya kelenjar tiroid, kelenjar tiroid yang tumbuh di luar, atau tumbuh terlalu kecil. Meskipun, dr Imam menegaskan penyebab pasti kelainan tersebut belum diketahui sampai saat ini.

Baca Juga: Jangan Remehkan! Tak Cepat Ditangani, Gangguan Tiroid Bisa Berakibat Fatal

(rdn/rdn)