Minggu, 05 Jun 2016 16:01 WIB

Meler, Gatal dan Kebelet BAB, Hal-hal Aneh namun Wajar Terjadi Saat Lari

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Olahraga intensitas tinggi seperti lari atau bersepeda memang menyehatkan, tetapi pada sebagian orang kadang muncul gejala aneh seperti terasa ada darah di dalam mulut.

Karena paranoid, mereka mungkin mengira ini adalah gejala yang berbahaya. Tetapi seorang dokter ahli kesehatan olahraga dari New York, Jordan Metzl mengatakan itu tidak sepenuhnya buruk.

"Meskipun terdengar aneh, tetapi ini hanyalah reaksi fisiologis tubuh saat berolahraga, tetapi umumnya ini tidak berbahaya. Paling-paling hanya penanda jika tubuh Anda sedang bekerja keras," jelasnya.

Lalu apa saja gejala aneh yang dimaksud Meltz? Berikut paparannya seperti dikutip dari Men's Health, Minggu (5/6/2016).

Baca juga: Kegemukan dan Salah Pilih Sepatu Picu Nyeri di Telapak Kaki Saat Lari

1. Batuk selepas lari jauh
Selepas marathon atau melakukan lari jarak jauh, sebagian orang biasanya mengalami batuk-batuk selama beberapa menit. Gejalanya mirip asma, tetapi ini bisa terjadi pada siapapun. "Ini bisa saja terjadi jika Anda memaksa diri. Akibatnya otot kecil di sepanjang paru-paru Anda mengalami kejang," terang Metzl.

2. Rasa logam
Berolahraga terlalu keras juga akan memicu pecahnya sejumlah sel darah merah yang letaknya di belakang tenggorokan. "Ketika tubuh dipaksa, sel darah merah 'terpojok' dan melepaskan heme atau zat besi sehingga di mulut terasa seperti logam," kata Metzl.

Kondisi ini berlangsung sementara, tetapi jika sering muncul, ia meminta untuk segera memeriksakan diri, sebab ini juga bisa berkaitan dengan infeksi.

3. Hidung meler
Ini lumrah ditemukan pada mereka yang berolahraga di luar ruangan, terutama ketika banyak alergen di luaran, seperti debu atau udara kering. Akibatnya saluran hidung menjadi iritasi dan meningkatkan produksi mucus atau lendir. Ada juga peneliti yang percaya polusi udara berkontribusi besar pada hal ini, utamanya nitrogen dioksida dari asap pembuangan kendaraan bermotor.

4. Hasrat ingin buang air besar
Hasrat ingin buang air besar di tengah perlombaan rupanya tidak hanya dialami pelari, tetapi juga pesepeda. Sebab mereka mengonsumsi banyak makanan manis atau minuman berkafein sebelum berolahraga, tetapi aliran darah menuju ususnya tidak berjalan lancar. Padahal ini dibutuhkan untuk memperlancar pencernaan.

5. Gatal-gatal
Baru berlari sebentar, tahu-tahu muncul sensasi gatal di bagian tubuh tertentu. Penyebabnya bisa karena kulit Anda kering atau ini merupakan respons alami dari tubuh ketika pemanasan di mana pembuluh kapiler dan arteri Anda melebar dengan cepat sehingga 'menyenggol' saraf-saraf di sekitarnya. Tetapi ada juga yang gatal karena alergi pada olahraga.

6. Otak 'berkabut'
Selepas mengikuti marathon, pernahkah Anda merasa ingatan tiba-tiba 'blank' sehingga Anda melupakan hal-hal kecil seperti dimana mobil diparkir? Hal ini wajar terjadi karena ketika lari jarak jauh, tubuh menghabiskan seluruh cadangan glikogen yang selama ini menjadi bahan bakar otak. Dan ketika glikogennya habis, otak otomatis menjadi 'blank'. (lll/vit)