ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Jun 2016 12:09 WIB

Jangan Anggap Remeh Diare yang Terjadi Berhari-hari Selama Puasa

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi BAB (Foto: thinkstock)
Jakarta - Walaupun sering ditemukan pada mereka yang beribadah puasa, diare sebenarnya bukanlah kondisi yang terjadi sampai berhari-hari. Karena itu jika terjadi berhari-hari, jangan diremehkan.

Ditegaskan dr Duddy Mulyawan Djajadisastra, SpPD, FINASIM dari RS Bethsaida, bila makan dan minum dihentikan untuk sementara waktu, diare juga akan berhenti dengan sendirinya.

Tetapi bagaimana dengan yang diare sampai berhari-hari? "Kalau sudah dua minggu sakit, misalkan, berarti sudah harus diperhatikan serius," tandasnya di sela-sela Live Chat 'Menjaga Kesehatan Lambung' yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan baru-baru ini.

dr Duddy menyarankan untuk melakukan pemeriksaan feses lengkap di laboratorium. Setelah hasilnya keluar, hal ini dapat dikonsultasikan ke dokter agar dapat didiagnosis, diketahui penyebabnya dan dicarikan obatnya.

"Usahakan diselesaikan ya. Kalau dokter Anda menyarankan colonoscopy untuk meneropong usus bagian dalam, perlu dipertimbangkan juga. Sebaiknya lakukan sesuai anjurannya," tambahnya.

Baca juga: Diare di Pagi Hari Penyebab Terbesar Batal Puasa

Untuk sementara waktu, pasien diminta mengonsumsi makanan yang lebih 'plain' atau kurang berbumbu. Begitu juga dengan penggunaan saos, kecap, dan cabai, sebaiknya sewajarnya saja.

"Makanlah dalam jumlah yang relatif tetap, tetapi kurangi konsumsi teh, kopi, cokelat, jahe, dan rokok," imbuh dr Duddy.

Dalam kesempatan terpisah, ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., jika diare terjadi berulang dalam 2-3 jam, lebih baik tidak berpuasa sebab dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi.

Karena, setiap kita diare kan harus diganti cairan dan elektrolitnya," kata Rita dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Pengecualian untuk tetap melanjutkan puasa, yakni jika buang air besar berupa cairan yang terjadi dikarenakan efek makanan. Misalnya, usai sahur kemudian beberapa jam kemudian BAB berupa cairan, namun dalam waktu 3 jam tidak berulang.

"Baru mencret lagi 6 atau 8 jam setelahnya, itu boleh lanjut puasa. Kalau buang airnya 2-3 jam berulang dan teksturnya cair tanpa adanya bubuk, baiknya tunda dulu puasanya karena dikhawatirkan risiko dehidrasi tadi," pungkas Rita.

Baca juga: Sedang Diare? Agar Tak Memburuk Jangan Lupakan 5 Langkah Awal Berikut (lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT