ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2016 19:03 WIB

Temuan Baru di Balik Amputasi Luka Diabetes

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pada pengidap diabetes, luka di kaki cenderung sulit disembuhkan dan tak jarang berakhir dengan amputasi. Risikonya bisa dikurangi dengan memerhatikan satu faktor yang selama ini sering terabaikan.

Dalam disertasi untuk memperoleh gelar doktor di bidang endokrinologi, dr Em Yunir SpPD, KEMD mengungkap bahwa sistem mikrosirkulasi berperan besar dalam proses penyembuhan luka kaki diabetik. Pengaruhnya mencapai 30-40 persen.

"Jadi pembuluh darah kita ada 2 macam, pembuluh darah besar dan kecil. Pembuluh darah kecil ini namanya sistem mikrosirkulasi," kata dr Yunir, ditemui usai menjalani sidang promosi doktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jumat (17/6/2016).

"Sistem mikrosirkulasi ini sering tidak terperhatikan dalam perawatan luka kaki diabetik," lanjutnya.

Baca juga: Langkah Mudah Cegah Amputasi Kaki Pasien Diabetes: Pakai Sandal di Rumah

Pemberian heparin yang merupakan obat anti penggumpalan darah diperkirakan bisa mengatasi masalah pada pembuluh darah kecil. Namun sebagaimana disampaikan oleh dr Yunir, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Di kalangan pengidap diabetes, luka kaki diabetik termasuk salah satu komplikasi yang sering ditemukan. Sebanyak 15-25 persen pasien diabetes akan mengalami masalah pada kaki dengan risiko amputasi 10-15 kali lebih besar dibanding pasien tanpa diabetes.

Baca juga: Cepat Lelah dan Penglihatan Kabur? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Diabetes (up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT