Penelitian Tentang Manfaat Ganja untuk Obati Diabetes Siap Dilakukan

Penelitian Tentang Manfaat Ganja untuk Obati Diabetes Siap Dilakukan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 27 Jun 2016 09:31 WIB
Penelitian Tentang Manfaat Ganja untuk Obati Diabetes Siap Dilakukan
Foto: dok BNN
Jakarta - Tanaman ganja atau Cannabis sativa mulai dilirik sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Diyakini, ganja memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit mulai dari epilepsi, diabetes, hingga kanker.

Yayasan Sativa Nusantara adalah salah satu lembaga swadaya masyarakat yang mengadvokasi pelegalan ganja untuk digunakan di bidang medis. Inang Winarso, ketua YSN, mengatakan pihaknya sudah melakukan kontak dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian bersama tentang manfaat ganja.

"Saat ini yang sudah disetujui Kemenkes adalah penelitian untuk manfaat ganja terhadap diabetes. Nanti setelah itu akan dilanjutkan ke kanker payudara, kanker kulit, kanker getah bening, epilepsi dan penyakit kronis lain," tutur Inang, ditemui di Coffee Institute, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian akan dilakukan untuk melihat manfaat keseluruhan aspek tanaman ganja, mulai dari akar, batang, daun, biji dan bunganya. YSN bekerjasama dengan Lingkar Ganja Nusantara akan melakukan penelitian bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dari Kemenkes.

"Protokol penelitiannya sudah ada, sudah detil. Kami juga sudah menunjuk peneliti yang merupakan ahli farmasi kimia, tempat penelitian sudah ada, tanaman sudah ada, tinggal peneliti utama dari Balitbangkesnya belum ditunjuk," urai Inang lagi.

Inang berharap apa yang ia lakukan dapat membuka mata industri farmasi, masyarakat luas hingga pakar kesehatan dan pemerintah untuk melihat manfaat ganja bagi kesehatan. Harapannya, ganja dapat menjadi sumber bahan baku obat lokal baru.

"Bahan baku obat kita kan 85 persen masih impor. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan menambah modal sumber bahan baku obat lokal yang lebih murah dan dapat menghemat devisa negara," tandasnya lagi.

Ganja Medis di Amerika Serikat

Ganja medis menjadi perbincangan hangat dalam satu tahun terakhir akibat penggunaannya yang semakin marak. Di Amerika Serikat, pemakaian ganja untuk medis maupun rekreasional pada orang dewasa saat ini hanya legal di 4 negara bagian yakni Alaska, Colorado, Oregon, dan Washington. Negara bagian tersebut sudah melegalkan penjualan ganja medis di apotek dan gerai-gerai khusus.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat ganja medis pada anak. Agar dapat diteliti, para dokter merekomendasikan agar status ganja medis diubah.

Selama ini, ganja di Amerika serikat dikelompokkan dalam satu kategori dengan heroin, LSD (Lysergic Acid Diethylamide), dan narkotika lain yang tidak digunakan untuk pengobatan medis. Rekomendasi AAP adalah memindahkan ganja medis dalam satu kategori dengan methadone dan oxycodone.

"Rekomendasi ini bisa membantu menciptakan perbedaan besar dalam mempromosikan riset lebih lanjut," kata Dr Seth Ammerman, seorang profesor dari Stanford University.

Dukungan AAP diperkirakan bisa mendorong lebih banyak dokter anak untuk meresepkan ganja medis. Namun ditegaskan, penggunaan ganja medis hanya untuk anak-anak dengan keterbatasan atau kondisi yang sangat berat, dan tidak cukup hanya dengan pengobatan saat ini.

AAP juga mengulang masukan terdahulu yang tidak menyetujui ganja untuk penggunaan rekreasional pada orang dewasa, karena membuatnya mudah diakses oleh anak. Pada anak, penggunaan ganja untuk rekreasional dikaitkan dengan gangguan kesehatan dan perkembangan otak.

Baca juga: Para Dokter Tegaskan Ganja Medis Hanya untuk Anak yang Sakit Parah (mrs/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads