Selasa, 28 Jun 2016 08:28 WIB

Awas, Mainan Plastik Bisa Jadi Sarang Kuman Nakal

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi mainan anak (Foto: Thinkstock) Ilustrasi mainan anak (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anak-anak mudah sekali terserang penyakit, dan sumbernya bisa sangat beragam. Mulai dari tertular temannya sendiri hingga mainannya.

Penelitian terbaru yang dilakukan Georgia State University, jenis virus tertentu dapat menempel di permukaan mainan dalam waktu lama hingga sanggup membahayakan kesehatan anak, terutama pada mainan plastik.

Virus yang dimaksud pun tak sembarangan, di antaranya influenza dan Coronavirus, semisal severe acute respiratory syndrome (SARS) atau Middle East Respiratory syndrome (MERS). Virus-virus ini tergolong sebagai virus yang 'bersampul', artinya mempunyai lapisan pelindung sendiri sehingga bisa bertahan dan menginfeksi sel-sel lainnya

Bagaimana peneliti bisa tahu? Rupanya beberapa studi yang ada sebelumnya sudah pernah mengungkap peran mainan dalam menyebarkan penyakit dari satu ke anak lain. Hanya saja, belum ada peneliti yang tahu seberapa lama virus-virus itu bisa bertahan di mainan anak.

Untuk itu peneliti melakukan pengamatan dengan menggunakan 'bacteriaphage', virus yang dapat menginfeksi bakteri. Virus tersebut ditempatkan di permukaan sebuah mainan plastik berbentuk kodok dan diletakkan dalam sebuah ruangan dengan suhu 22 derajat Celcius, serta tingkat kelembapan sebesar 40 dan 60 persen.

Hasilnya, dalam kurun 24 jam, hanya 0,01 persen virus yang bertahan dan tetap bisa menginfeksi. Namun saat kelembapannya tinggal 40 persen, virus-virusnya menjadi tidak begitu stabil, meski begitu virusnya masih ada hingga 10 jam pasca kontaminasi pertama.

"Tak banyak yang menyadari kalau kita bisa terpapar virus dari benda mati. Padahal anak-anak rentan mengalaminya karena tangan dan mainan mereka masuk ke mulut," tutur peneliti Richard Bearden II.

Belum lagi, sistem kekebalan anak belum terbentuk sempurna, sehingga memudahkan virus masuk ke tubuh dan menginfeksi mereka.

Baca juga: Warna Mainan Seperti Ini, Bisa Dicurigai Pakai Cat dengan Timbal Tinggi

"Tetapi selama virusnya ada, risiko anak jatuh sakit masih tetap ada," tegas Bearden seperti dilaporkan Science Daily. Baiknya, mainan yang bisa dipakai bergantian baiknya sering mendapatkan dekontaminasi, semisal dengan menggunakan pemutih. Kalau perlu, ruang tunggu di fasilitas kesehatan baiknya tidak menyediakan mainan untuk anak-anak.

"Dekontaminasi juga perlu dilakukan pada gagang pintu, tombol elevator dan permukaan benda yang sering dipegang lainnya," sarannya.

Baca juga: Trik Supaya Anak Lebih Tertarik Main Real Life Game Ketimbang Digital Game (lll/vit)