Jumat, 01 Jul 2016 04:02 WIB

Makan Serba Manis Saat Sahur dan Buka Puasa Belum Tentu Berbuah 'Manis'

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Ilustrasi makan makanan manis (Foto: thinkstock) Ilustrasi makan makanan manis (Foto: thinkstock)
Jakarta - Makan dan minum yang manis-manis seolah menjadi menu wajib di bulan Ramadan. Padahal tidak selamanya yang manis baik bagi kesehatan, utamanya gigi dan mulut.

Setidaknya ada beberapa gangguan kesehatan yang dipicu oleh makanan atau minuman manis saat buka atau sahur. Prof drg Melanie S Djamil dari Universitas Trisakti mengiyakan ketika ditanya apakah gigi bisa terasa ngilu setelah makan makanan manis.

Namun pada dasarnya, lanjut Prof Melanie, gigi ngilu disebabkan dua hal. Pertama, kelainan pada gigi dan kedua, gigi sensitif.

"Contoh kelainan pada gigi karena menyikat terlalu kencang, sehingga permukaan leher gigi, antara email dan akar gigi, berlubang," jelasnya kepada detikHealth.

Lubang inilah yang membuat gigi mudah terasa ngilu, sebab lubang ini memberikan akses langsung ke serabut-serabut saraf yang ada dalam gigi. "Kalau gigi ngilu seharusnya tidak makan yang keras-keras," pesannya.

Namun bila gigi telanjur berlubang, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah melakukan penambalan. Sedangkan gigi sensitif masih bisa diredakan dengan memakai pasta gigi khusus gigi sensitif.

Baca juga: Perut Terasa Kenyang Padahal Hanya Berbuka Teh Manis dan Kue, Normalkah?

Ditambahkan Prof drg Heriandi Sutadi, SpKGA(K), PhD dari RS Pondok Indah, langsung tidur selepas makan sahur juga memicu bau mulut. Lantas apa hubungannya dengan makanan manis?

"Jika makan manis dan masih tersisa maka bakteri akan berkembang ditambah menaikkan asam lambung, dapat menyebabkan bau mulut dan iritasi pada gigi seperti berlubang," terangnya.

Baca juga: Tidak Disarankan Minum Teh Saat Sahur, Begini Alasannya

Sebelumnya pakar kesehatan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM pernah mengungkapkan, banyak orang yang keliru memahami maksud 'berbuka dengan yang manis'. Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang baik dilakukan saat buka puasa, tapi hanya sekadar memulihkan energi saja setelah berpuasa seharian.

"Berbuka dengan yang manis, tapi jangan berlebihan, apalagi kalau manisnya berasal dari gula," paparnya.

Sebab gula tergolong karbohidrat sederhana sehingga mudah dipecah dan dicerna menjadi gula darah. Akibatnya cepat lapar lagi, mengantuk, lemas, termasuk menimbun lemak.
(lll/vit)
News Feed