Rabu, 06 Jul 2016 15:19 WIB

Saran Dokter Agar 'Horor Mudik' yang Tewaskan 12 Orang Tidak Terulang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Salah satu titik macet, pintu tol Brebes Timur alias Brexit (Foto: Ahmad Ziaul/ detikcom)
Jakarta - Meninggalnya 12 pemudik saat terjebak macet di Jawa Tengah memicu keprihatinan banyak kalangan. Selain faktor pengaturan lalu lintas, kelelahan juga turut berkontribusi dalam 'horor mudik' kali ini.

"Para pemudik sudah pasti mengalami kelelahan. Karena mereka istirahat ala kadarnya dan makan dan minum apa adanya," kata dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, praktisi kesehatan dari RS Cipto Mangunkusumo, seperti dikutip pada Rabu (6/7/2016).

Faktor kelelahan saat terjebak macet membuat daya tahan tubuh para pemudik menurun. Akibatnya, mereka rentan terpapar berbagai jenis kuman penyebab infeksi, terutama infeksi saluran napas dan infeksi pencernaan.

"Stres yang terjadi akibat kemacetan juga memperburuk keadaan," tambah dokter yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Baca juga: Kelelahan Mudik Darat Efeknya Seperti Jet Lag

Dari tahun ke tahun, padatnya volume kendaraan di jalur-jalur mudik memang selalu menjadi masalah. Bagaimanapun, antisipasi tetap harus dilakukan karena tradisi pulang ke kampung halaman di hari lebaran sudah membudaya dan masalah yang sama akan selalu berulang.

"Arus balik harus menjadi perhatian para pejabat berwenang karena jika tidak diantisipasi arus balik akan lebih kurang sama parahnya dengan kondisi mudik karena para pemudik mempunyai target yang sama. Senin tanggal 11 Juli 2016 harus sudah mulai bekerja," saran dr Ari.

Dari sisi pemudik, persiapan fisik dan mental juga dibutuhkan untuk mengantisipasi kemacetan. Istirahat yang cukup, menjaga pola makan yang sehat serta perilaku hidup bersih, wajib dilakukan agar tidak mudah ngedrop saat menghadapi situasi yang tidak diharapkan.

Baca juga: Ada Kecelakaan Saat Mudik? Layanan Darurat 119 Sudah Bisa Dimanfaatkan (up/up)