Selasa, 26 Jul 2016 19:09 WIB

Ini Akibatnya Jika Konsumsi Garam Berlebihan

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Suka makanan yang asin-asin? Boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan ya. Karena ada sederet akibat yang harus ditanggung akibat kebiasaan makan garam berlebihan.

Tanpa garam,, saraf tidak berfungsi, otak mati otot lemah, sehingga makanan akan melewati usus tanpa diserap. Kekurangan natrium juga bisa menyebabkan kram otot, mual, muntah dan pusing. Dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan shock, koma dan bahkan kematian. Demikian dipaparkan Retno Sasongkowati, S.Pd., S.Si., M.Kes. dalam buku 'Bahaya Gula, Garam dan Lemak'

Garam yang diasup dalam konsentrasi tinggi akan terkumpul dalam darah yang membuat volume dan berat darah meningkat. Akibatnya jantung harus bekerja ekstra keras guna bisa mengedarkan darah tersebut ke seluruh tubuh. Risiko hipertensi, serangan jantung dan stroke bisa meningkat.

Jika ini berlangsung terus-menerus, maka berisiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Retno menambahkan natrium berlebih pada darah akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan air dalam tubuh. Ini karea sifat natrium yang menarik cairan sehingga konsumsi yang berlebihan tentu menyebabkan retensi air yang berlebihan di tubuh.

Hal senada disampaikan Dr Siswanto, MHP, DTM, Kepala Badang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), saat meluncurkan layanan e-Data di Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu. Siswanto mengatakan paparan Na atau natrium yang tinggi berisiko memicu hipertensi.

Baca juga: Aneka Manfaat Garam Bagi Tubuh Manusia

Retno menambahkan dalam suatu penelitian di Jurnal Oxford diketahui dengan mengurangi asupan garam 25-30 persen dari asupan 10 gram per hari bisa menghindarkan dari risiko penyakit kardiovaskuler hingga 20 persen.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam The FASEB Journal memaparkan dampak lain konsumsi garam berlebihan adalah memicu risiko multiple sclerosis (MS) atau memperburuk gejala yang ada. Meski studi baru dilakukan pada beberapa kelompok tikus namun diharapkan membantu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko non-genetik dari MS itu sendiri.

"Asupan garam setiap hari yang diekomendasikan hingga 4 gram, namun sejumlah ahli gizi mengatakan tubuh hanya membutuhkan kurang dari 1 gram setiap hari yang dapat berfungsi dengan baik," kata Retno.

"Hampir 75 persen asupan garam yang kita konsumsi berasal dari makanan kemasan seperti roti, daging olahan dan keju," imbuhnya.

Baca juga: Ini Sebabnya Orang Cenderung Ingin Ngemil Makanan Asin Saat sedang Stres

(vit/vit)