Rabu, 10 Agu 2016 11:37 WIB

Jangan Salah, Berhenti Merokok Malah Membuat Anda Lebih Banyak Teman

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Tekanan dari teman sebaya atau lingkungan sosial merupakan penyebab paling umum remaja mulai merokok. Ketika ingin berhenti pun rasa takut tak lagi diajak nongkrong atau kehilangan teman membuat remaja sulit melakukannya.

Padahal menurut studi terbaru dari Amerika Serikat, berhenti merokok malah akan membuat seseorang memiliki lebih banyak teman. Hal ini dikarenakan lingkaran sosial mereka yang semakin luas dan tak terbatas hanya pada perokok saja.

"Takut tidak lagi diajak nongkrong dan hangout merupakan alasan terbesar remaja kita sulit berhenti merokok. Padahal menurut studi kami, berhenti merokok malah membuat lingkaran sosial seseorang lebih luas. Pada non-perokok yang selama ini menghindar akan mau berteman dengan Anda yang sudah berhenti merokok," tutur Megan E. Piper, pemimpin studi dari Center for Tobacco Research and Intervenstion, University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Grup Musik K-pop pun Dilibatkan untuk Kampanye Stop Merokok

Penelitian Piper dan rekan-rekannya dilakukan pada 691 perokok yang diminta untuk berhenti. Para partisipan didata lingkaran sosialnya, termasuk jumlah teman, teman baru, kebiasaan merokok ketika bersama dan apakah pasangan setuju dengan kebiasaan merokok.

Setelah tiga tahun, para partisipan dibagi menjadi 4 kategori lingkaran sosial. Lingkaran sosial luas dengan jumlah perokok banyak, lingkaran sosial dengan sedikit perokok, lingkaran sosial sempit dengan pasangan perokok dan lingkaran sosial sempit dengan banyak perokok.

Hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang sudah berhenti selama satu atau dua tahun mengalami pergeseran lingkaran sosial, dari sebelumnya yang banyak perokok menjadi sedikit. Meski begitu, secara lingkup lingkaran sosial mereka masih tergolong luas.

Piper sendiri menyebut ada beberapa kemungkinan mengapa hal ini terjadi. Pertama, bisa saja orang di luar lingkaran sosial Anda kini lebih menganggap Anda menarik karena sudah berhenti merokok.

Bisa juga karena ketika Anda tidak merokok dan berkumpul bersama perokok, Anda menyadari hal-hal yang menyatukan kalian adalah rokok. Jika tak ada rokok, bisa saja ternyata Anda berkumpul dengan orang-orang yang memiliki minat dan ketertarikan yang berbeda jauh," tambahnya.

Baca juga: Curhat Pria yang Lehernya Bolong karena Asap Rokok (mrs/vit)
News Feed