Jumat, 12 Agu 2016 11:34 WIB

Waspada Dehidrasi dan Heat Stroke Saat Beribadah Haji

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Suasana di Masjidil Haram (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom) Suasana di Masjidil Haram (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom)
Jakarta - Musim Haji 2016 sudah dimulai. Kloter calon haji pertama dari Indonesia pun sudah berangkat beberapa hari lalu. Dari sisi kesehatan, apa saja yang harus diperhatikan?

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia mengatakan saat berada di Tanah Suci, cuaca panas menyengat bisa memberikan masalah kesehatan. Disebutkan dr Ari, suhu udara di Makkah dan Madinah bahkan bisa mencapai 40 derajat Celcius.

"Saat ini cuaca di Makkah maupun Madinah cukup panas, siang hari lebih dari 40 derajat Celsius. Yang perlu diantisipasi atas suhu udara yang tinggi ini adalah terjadinya dehidrasi," tuturnya.

"Jika tidak diantisipasi lebih lanjut kondisi panas ini dapat menyebabkan terjadi heat stroke, suatu keadaan mengancam jiwa akibat suhu tubuh yang meningkat sampai 40 derajat Celcius akibat suhu di luar yang tinggi," tulis dr Ari dalam surat elektronik kepada wartawan, baru-baru ini.

Baca juga: Imbauan Menkes Agar Jemaah Haji Tetap Fit

Dengan cuaca yang panas dan aktivitas luar ruangan yang dilakukan para jemaah haji, kebutuhan air harus sangat tercukupi. Dikatakan dr Ari, kebutuhan cairan tubuh akan meningkat karena cuaca panas. Ia pun menyarankan agar jemaah haji mengonsumsi air 3-4 liter tiap harinya.

"Selama di masjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi," tambahnya.

Hindari konsumsi minuman yang bersifat diuretik dan mempercepat proses buang air kecil seperti teh, kopi dan minuman bersoda. Minuman ini mengandung kafein yang dapat memperberat risiko dehidrasi.

Selain faktor cuaca, keadaan lain yang bisa menimbulkan masalah kesehatan adalah rasa lelah akibat perjalanan. Aktivitas ibadah termasuk pulang dan pergi ke masjid, melakukan tawaf dan ziarah terkadang membuat rasa lelah terabaikan. Padahal, risiko kesehatan juga mengancam tubuh yang lelah.

"Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai di penginapan. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah agar bagi para jemaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan," tutupnya.

Baca juga: Ini Tips Menjaga Asupan Air Minum Bagi Calon Jemaah Haji (mrs/vit)
News Feed