Senin, 15 Agu 2016 08:05 WIB

Simpan Misteri Menopause, Paus Pembunuh Jadi Bahan Studi Peneliti

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda bertanya mengapa seorang wanita harus mengalami menopause? Beberapa studi sudah melihat bagaimana menopause terjadi dan kaitannya dengan berbagai macam hal, namun masih sedikit studi yang menjelaskan mengapa menopause itu sendiri terjadi.

Terlebih hanya sedikit spesies mamalia di dunia ini yang diketahui mengalaminya membuat misteri semakin dalam. Selain manusia, hanya paus pembunuh (Orcinus orca) dan paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) yang alami menopause. Bahkan kerabat terdekat manusia, simpanse, tak pernah mengalami masalah kesuburan ini sepanjang hidup mereka.

Pada manusia mungkin karena usia harapan hidup yang berdekatan dengan waktu menopause membuat hal ini lebih mudah diterima. Namun pada paus yang bisa berusia hingga lebih dari 100 tahun, dilihat dari hukum evolusi Profesor Darren Croft dari University of Exeter mengatakan menopause ini malah menjadi sesuatu yang kontradiktif.

"Bila dilihat dari sudut pandang evolusi ini adalah sesuatu yang sangat sulit dijelaskan. Mengapa satu individu berhenti memiliki keturunan begitu awal di hidupnya," kata Prof Darren seperti dikutip dari BBC.

Baca juga: Usia Haid Pertama dan Menopause Terkait Kemungkinan Panjang Umur

Menurut teori evolusi, sifat apa saja yang mengurangi kemungkinan suatu spesies untuk meneruskan gennya lewat keturunan secara alami akan tereliminasi. Hal ini yang disebut sebagai seleksi alam.

Untuk mengetahui teka-teki menopause Prof Darren dan koleganya Dr Dan Franks dari University of York tengah berusaha mengumpulkan data paus pembunuh. Tim ingin tahu apakah menopause ini terjadi karena memang bisa meningkatkan kemungkinan keturunan bertahan hidup.

Satu teori yang muncul dari studi oleh ilmuwan di University of Utah pada komunitas pemburu orang Hadza ada sebuah fenomena yang disebut 'efek nenek'. Efek muncul ketika seorang wanita tua membantu anak dan cucunya untuk bertahan hidup dengan aktif mengasuh.

Perilaku yang sama juga diketahui ada pada ikan paus. Ketika makanan sedikit betina tertua akan menjadi pemimpin menggunakan pengalamannya untuk mengarahkan kawanan.

"Anak-anak pada komunitas Hadza adalah pencari makanan yang aktif di usia yang muda, tapi sama seperti populasi manusia umumnya mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan perlu diasuh oleh ibu," kata antropolog Kristen Hawkes dari University of Utah.

"Apabila ibu ini punya bayi lagi, maka anak yang tadi diasuh akan lebih bergantung pada neneknya. Jadi kita melihat bahwa nenek menjadi penunjang, dan ini kemungkinan terjadi sudah sejak populasi manusia purba," sambung Hawkes.

Nah apabila seandainya si nenek tak mengalami menopause dan kemudian memiliki anak bersamaan, peneliti memiliki teori kemungkinan akan ada persaingan dalam mencari sumber daya. Akibatnya kemungkinan untuk bertahan hidup juga menjadi lebih tipis.

Baca juga: Studi: Peregangan 10 Menit Sebelum Tidur Bantu Kurangi Gejala Menopause (fds/vit)