Jumat, 19 Agu 2016 12:02 WIB

Pasca Operasi Pemisahan, Bayi Kembar Siam Saqira dan Safira Diizinkan Pulang

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Ajeng Annastasia K
Jakarta - Bayi kembar siam asal Bengkulu, Saqira dan Safira, hari ini telah dinyatakan pulih oleh tim dokter RSCM. Keduanya pun diperbolehkan untuk pulang setelah satu bulan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Bayi Saqira dan Safira berhasil menjalani operasi pemisahan oleh tim bedah pada 21 Juli silam. Pasca operasi keduanya dirawat di ICU anak. Hari ini tim memutuskan keduanya dapat pulang dan berobat jalan," ujar Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM, Dr dr Aryono Hendarto, SpA(K), dalam jumpa pers di RSCM Kiara, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

dr Aryono menjelaskan, pada hari kelima pasca operasi Saqira sebenarnya sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa, namun karena ditemukan ada masalah pencernaan pada Safira, keduanya akhirnya tetap di ruang ICU untuk diperiksa lebih lanjut.


Baca juga: Tantangan Tim Dokter RSCM dalam Memisahkan Kembar Siam Safira-Saqira

Ditambahkan oleh dr Ahmad Yani, SpB, SpBA dari Departemen Bedah Anak RSCM, tepatnya hari kelima pasca operasi, dokter menemukan ada masalah pada fungsi usus pada Safira.

"Kira-kira lima hari pasca operasi, kami menemukan usus Safira tidak bergerak dengan baik. Ditemukan adanya malrotasi, di mana jika normalnya usus bergerak 270 derajat namun pada Safira ususnya bergerak 90 derajat. Akibatnya dia tidak bisa buang air besar," imbuh dr Ahmad.

Untuk mengatasinya, tim kemudian melakukan operasi koreksi kembali pada Safira. Beruntung, pasca operasi kedua ini kondisi Safira dinyatakan pulih kembali. Untuk itu bayi itu sudah boleh pulang ke rumahnya di Bengkulu.

Saqira dan Safira diketahui mengalami conjoined twin omphalophagus atau kembar siam menyatu di bagian perut. Operasi pemisahan keduanya berlangsung selama 5 jam dengan tiga tahap operasi. Tahap pertama dan kedua adalah pemisahan vena porta dan hati oleh tim bedah anak, kemudian operasi tahap ketiga adalah rekonstruksi dan penutupan lapisan kulit perut oleh tim dokter bedah plastik.

"Pemantauan selanjutnya sama saja, kedua bayi perlu pemantauan atau kontrol rutin, baik terkait dengan operasinya maupun pemantauan tumbuh kembangnya saja. Yang pasti kini keduanya dalam kondisi sehat," ujar dr Aryono.

Baca juga: Dalam 7 Tahun Terakhir, RSCM Lakukan 10 Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

(ajg/vit)