Minggu, 21 Agu 2016 09:00 WIB

Yang Perlu Anda Tahu tentang Operasi Bariatrik untuk Turunkan Berat Badan

Martha HD - detikHealth
Ilustrasi obesitas (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tubuh yang terlalu gemuk dikaitkan dengan sejumlah penyakit seperti diabetes, hipertesi serta gangguan tidur. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah melalui operasi bariatrik.

Namun metode ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Tidak semua orang bisa menjalani prosedur ini. Hanya pasien dengan kategori obesitas morbid (sangat gemuk) atau yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30 yang diperbolehkan menjalaninya. Jadi jika diet penurunan berat badan sudah dilakukan, demikian pula penerapan pola hidup sehat dan olahraga dijalani namun hasilnya tidak memuaskan, barulah operasi bariatrik dilakukan.

"Untuk menjalani operasi ini, pasien harus memenuhi syarat yang sesuai kaidah ilmu bedah bariatik, telah mengetahui segala sesuatu tentang pembedahaan ini dan memiliki motivasi serta komitmen tinggi untuk mengubah pola hidup dalam jangka panjang," jelas dr Errawan Wiradisuria, SpB KBD, M Kes dari Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus.

Baca juga: Laparoscopic Sleeve Gastrectomy, Operasi untuk Alternatif Atasi Obesitas

Selain itu, yang bisa menjalani prosedur ini adalah mereka yang berusia 15-60 tahun. Keputusan melakukan operasi bariatrik ini pun mesti dipertimbangkan matang-matang. Meskipun aman, namun tentu ada risiko efek samping yang mungkin dihadapi usai prosedur dilakukan.

Diungkapkan dr Errawan dalam konferensi pers 'Bedah Bariatrik dengan 8 Multidisiplin Ilmu yang pertama di Indonesia' di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (20/08/2016), saat in, bedah bariatrik belum terlalu populer. Jumlah pasien yang menjalaninya masih sedikit.

"Dengan adanya simposium bedah bariatrik dengan multidisiplin manajemen yang pertama di Indonesia ini diharapkan dapat memberikan pengetahuain lebih mendalan kepada medis profesional dan warna baru bagi industri kesehatan Indonesia," jelas dr Senta Lucia Kumukur, Direktur Rumah Sakit Mayapada.

Salah satu metode operasi bariatrik yang sering dilakukan adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG). Prosedur ini paling banyak dipakai karena relatif mudah, nyaman untuk pasien, minim risiko, dan efektivitasnya sama dengan Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS) dan Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB).

Nah, dr Senta pun berharap masyarakat awam juga mengetahui lebih jauh mengenai LSG. "Ini merupakan salah satu teknik pembedahan dengan mengurangi ukuran besarnya lambung yang sifatnya permanen dan efektif bagi pasien dengan kasus obesitas morbid atau sangat gemuk," terang dr Senta.

Baca juga: Sebelum Jalani Operasi Bariatrik, Pasien Juga Perlu Konsultasi ke Psikiater (vit/vit)