Sabtu, 27 Agu 2016 10:09 WIB

Punya Teknologi RS Canggih, Semarang Harap Bisa Jadi Tujuan Penanganan Medis

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Ruangan Operasi IOTS di RSUD Kota Semarang/ Foto: dok.Pemkot Semarang
Semarang - Teknologi terkini di rumah sakit kini semakin banyak ditemukan di Indonesia, misalnya saja Semarang. Diharapkan pasien tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri.

Ya, Pemerintah Kota Semarang melakukan peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan meningkatkan teknologi yang ada. Saat ini RSUD Kota Semarang sudah mulai bersaing dengan rumah sakit canggih di negara lain karena menggunakan teknologi Integrated Operating Theatre System (IOTS).

IOTS merupakan ruangan khusus dengan teknologi penyaring kuman dan bakteri (HEPA Filter). Dengan sistem tersebut, sirkulasi dibuat khusus untuk membuang gas, bakteri atau kuman ke luar untuk mencapai kondisi ruangan nol kuman.

Agar sterilisasi tetap terjaga, dinding dan lantai kamar juga dilapisi vinyl anti-bakteri. Selain itu ada juga teknologi untuk mempermudah penanganan medis dengan control panel yang berfungsi untuk memonitor waktu, suhu, kelembapan, dan tekanan gas medis, bahkan mengontrol lampu ruangan, lampu operasi, film viewer, serta AHU atau AC central.

Suasana khusus ruang IOTS di RSUD Kota Semarang (Foto: dok. Pemkot Semarang)


IOTS juga dilengkapi kamera serta monitor sehingga saat kegiatan operasi di dalam ruangan lebih lengang karena jumlah paramedis yang melakukan operasi bisa dikurangi. Ini karena pengawasan bisa dilakukan lewat monitor yang terintegerasi dengan sistem komputerisasi.

Baca juga: PERKI: Dokter Jantung di Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri

Dengan adanya IOTS di RSUD Kota Semarang, Pemkot Semarang berani mengklaim kalau sistem pintar tersebut baru pertama kali ada di Indonesia. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan IOTS itu hampir sama dengan yang diterapkan pada RS di Singapura.

"Selain Singapura, saya rasa kini Semarang juga bisa menjadi pilihan tujuan penanganan medis dengan berbagai fasilitas yang kami miliki," kata Hendrar, Jumat (26/8/2016).

Sebagai kota dengan predikat Smart City, lanjut Hendrar, maka inovasi lain akan dikembangkan di dunia kesehatan salah satunya menyediakan bangunan bedah sentral dengan IOTS.

"Ke depan kami targetkan untuk dapat menyediakan bangunan bedah sentral dengan IOTS terpadu pada tahun depan," tegasnya.

Baca juga: Menggantung Harapan pada Benang Bedah Produksi dalam Negeri

Monitor untuk pengawasan dari luar ruang operasi (Foto: dok.Pemkot Semarang)


(alg/vit)