Selasa, 30 Agu 2016 08:33 WIB

Diabetes Lebih Berbahaya Pada Orang Gemuk, Begini Penjelasannya

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Penyakit diabetes melitus atau kencing manis memang bisa menyerang siapa saja, baik orang bertubuh gemuk maupun kurus. Namun menurut pakar, penyakit ini bisa lebih berbahaya pada orang yang bertubuh gemuk.

Prof Sidartawan Soegondo, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia, mengatakan bahwa secara penyebab, penyakit diabetes pada orang gemuk dan kurus memang berbeda. Diabetes pada orang gemuk lebih sering disebabkan oleh resistensi insulin. Sementara pada orang kurus, diabetes biasanya disebabkan oleh defisiensi insulin.

Lalu di antara keduanya, mana yang paling berbahaya? Dikatakan Prof Sidartawan, penyakit diabetes sejatinya sama-sama berbahaya bagi orang gemuk maupun kurus. Akan tetapi pada orang gemuk, risiko pasien mengalami komplikasi lebih besar.

Baca juga: Kenali, Bedanya Diabetes pada Orang Gemuk dan Kurus

"Karena kalau gemuk, bisa saja dia (pasien) sudah kena penyakit lain duluan, ada kolesterol, ada darah tinggi, ada jantung, baru kena diabetes yang nantinya malah memperparah kondisi penyakit lainnya," tutur Prof Sidartawan, ditemui detikHealth di acara 33th World Congress of Internal Medicine (WCIM) 2016 di Nusa Dua, Bali, baru-baru ini.

Dijelaskan Prof Sidartawan, berdasarkan penelitian, pasien gemuk lebih sering mengalami resistensi insulin. Hal ini menyebabkan insulin mereka tak berfungsi maksimal, meskipun jumlah yang dihasilkan pankreas normal dan cukup.

Di sisi lain, pasien diabetes yang berbadan kurus lebih sering mengalami defisiensi insulin. Dengan kata lain, fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin sudah terganggu sehingga jumlahnya jauh dari cukup.

"Mereka yang gemuk ini, yang resistensi insulin, juga lebih berisiko kena pre-diabetes bahkan di usia muda," tandasnya lagi.

Pre-diabates merujuk pada sebutan untuk kondisi yang gejalanya mengarah ke diabetes tapi belum cukup parah sehingga kondisinya bisa diobati. Namun sayang tak semua orang menyadari hal ini dan biasanya penyakit baru ketahuan setelah sudah berkembang.

Penyebabnya tak lain adalah gaya hidup sehat dan pola hidup sedentary yang dilakukan selama bertahun-tahun. Gaya hidup tak sehat akan menuntun seseorang ke pola makan yang tidak baik dan akhirnya mengalami kegemukan, dan berisiko tinggi mengidap diabetes, penyakit jantung serta penyakit-penyakit lainnya.

"Makanya nggak ada cara lain untuk mencegah diabetes. Satu-satunya cara adalah olahraga teratur, jaga pola makan dan jangan malas untuk memeriksakan diri," tutupnya.

Baca juga: Bobot Turun Belum Tentu Terhindar dari Sakit Gula, Ini Sebabnya (mrs/vit)
News Feed