ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Sep 2016 16:03 WIB

Digigit Kutu, Seorang Pria Spanyol Tewas Karena Penyakit Infeksi

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Petugas kesehatan Spanyol sejak Kamis (1/9) sedang melakukan investigasi kemungkinan merebaknya wabah penyakit Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menewaskan satu pasien pria akhir Agustus lalu dan menginfeksi seorang perawat.

Penyakit akibat virus tersebut diduga kuat awalnya muncul saat sang pria yang sedang jalan-jalan di daerah Castilla-Leon digigit oleh kutu. Beberapa waktu kemudian seorang perawat rumah sakit di Madrid juga ikut terinfeksi setelah merawat sang pria.

"Kasus yang tedeteksi di Madrid ini akan menjadi yang pertama di Eropa Barat. Jadi tidak diimpor dari area geografis lain," ujar petugas kesehatan setempat seperti dikutip dari Reuters, Jumat, (2/9/2016).

Baca juga: Digigit Kutu Ini, Seseorang Bisa Jadi Alergi Daging Merah Lho

Menurut World Health Organization (WHO) tingkat mortalitas untuk CCHF ini mencapai 40% dan belum ada vaksinnya. Penyakit diketahui endemis untuk daerah Afrika, Balkan, Timur Tengah, dan juga Asia.

Kutu dari genus Hyalomma menjadi vektor utama untuk CCHF. Siklus penyebarannya mirip seperti penyakit dari nyamuk di mana hewan pertama-tama menghisap darah dari individu terinfeksi lalu kemudian menyebarkannya ketika menggigit individu lain yang masih sehat.

Selain lewat kutu, CCHF juga dapat menyebar antar manusia apabila individu yang sehat terpapar cairan tubuh seperti darah atau sekresi individu yang terinfeksi. Oleh sebab itu petugas kesehatan jadi termasuk salah satu profesi yang berisiko untuk terinfeksi lewat jalan ini.

Pada kasus CCHF di Spanyol, otoritas setempat telah mengkarantina lebih dari 200 orang yang kemungkinan terinfeksi karena dekat dengan pasien pria dan perawat.

Baca juga: Digigit Kutu, Atlet Ini Kena Penyakit Lyme dan Cuma Bisa Terbaring di Kasur (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT