Selasa, 06 Sep 2016 13:36 WIB

Memahami 'Sumber' Stres Ibu di Rumah dan Ibu Bekerja

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pada ibu muda, muncul rasa lelah saat mengurus rumah tangga dan juga anak pasti bisa terjadi. Hanya saja, pada ibu muda yang bekerja atau tinggal di rumah, 'sumber' kelelahan mereka bisa saja berbeda.

Diungkapkan psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani SPsi, MSi, Psikolog, pada dasarnya, jika mengacu pada kajian psikologi yang dikatakan ibu muda adalah mereka yang berada di antara kategori emerging adulthood (18-25 tahun) dan young adulthood (25-40 tahun). Tapi, dalam keseharian, seringkali yang disebut sebagai ibu muda adalah mereka yang usianya di bawah 30 tahun dan baru memiliki anak yang masih balita.

"Jadi mereka belum sangat berpengalaman sebagai seorang ibu, kemudian mereka juga masih cukup terbuka terhadap bagaimana cara mengasuh anak. Lalu, biasanya sih wanita disebut ibu muda ketika mereka memiliki anak pertama. Kadang ada juga yang disebut ibu muda karena memang wajahnya masih muda," kata wanita yang akrab disapa Nina ini.

Ia mengatakan, memang sebetulnya sebagai ibu baik mereka yang bekerja atau tinggal di rumah sama saja memiliki tanggung jawab terhadap anaknya. Semua ibu pastinya juga berusaha mencoba melakukan banyak hal untuk membuat sang anak nyaman, sehat, dan cerdas.

"Cuma bedanya, ibu yang kesehariannya di rumah punya waktu yang lebih fleksibel bertemu anak, tidak selalu lebih banyak. Misal dia lagi nyuci baju, terus anaknya nangis, dia bisa meninggalkan sejenak aktivitasnya untuk main sama anaknya," kata Nina saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Di Rumah Ini, Ibu-ibu yang Anaknya yang Kena Rubella Bisa Curhat

Sehingga, soal fleksibilitas waktu antara ibu yang tinggal di rumah dengan ibu yang bekerja pastinya berbeda. Nina mengatakan, ibu bekerja perlu waktu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Meski ia mengerjakan pekerjaannya di rumah, pastinya ada waktu yang digunakan sehingga waktunya bersama anak berkurang.

Perbedaan lain, lanjut Nina yakni soal tanggung jawab penghasilan. Artinya, pada ibu di rumah, tanggung jawab utamanya adalah penggunaan dan pengelolaan keuangan, bukan menghasilkan. Sementara, ibu bekerja memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan uang, tidak sekadar mengatur uang tersebut.

"Perbedaan lain, seringkali ibu yang kerja ini ketika ketemu anaknya lebih lelah dibanding ibu yang di rumah. Sumber kelelahan kalau ibu di rumah kan soal ngurus anak dan ngurus rumah. Kalau ibu bekerja, sumber kelelahannya lebih variatif. Ngurus anak dan rumah iya, ngurus kerjaannya, kadang harus dealing sama atasan, rekan kerja, dan klien," tambah pemilik akun twitter @AnnaSurtiNina ini.

Belum lagi terkait aktivitas berangkat dan pulang ke kantor, bisa saja kondisi jalanan membuat ibu lebih lelah. Sehingga, dikatakan Nina sumber stres dan kelelahan ibu yang bekerja umumnya lebih variatif dibandingkan para ibu yang tidak bekerja.

Dengan memahami 'sumber' stres dan kelelahan para ibu, para ayah bisa lebih memberi perhatian untuk sama-sama mengurangi tekanannya. Misalnya dengan mempekerjakan asisten rumah tangga atau sekali waktu liburan bersama untuk melepaskan penat.

Baca juga: Pengaruh Negatif Orang Dekat Bikin Ibu Ini Gagal Berikan ASI



(rdn/vit)