Rabu, 07 Sep 2016 17:34 WIB

Ancaman Zika Meluas, Anjuran 'Puasa' Seks Makin Diperketat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: BBC Magazine
Jakarta - Makin meluasnya penularan virus Zika berdampak pula pada kehidupan seksual. Organisasi kesehatan dunia WHO memperketat anjuran untuk 'puasa' seks bagi kelompok berisiko.

Semula, WHO menganjurkan pria dan wanita untuk tidak berhubungan seks dalam 8 pekan setelah beperhian dari wilayah yang memiliki riwayat penularan Zika. Kali ini, anjuran tersebut diperpanjang menjadi 6 bulan, dan berlaku meski tidak ada gejala yang muncul.

Pembaruan ini dilakukan terkait temuan baru tentang penularan Zika melalui jalur seksual. Bukti terbaru menunjukkan, penularan Zika secara seksual bisa terjadi meski seseorang tidak menampakkan adanya gejala apapun. Bukti terbaru juga menunjukkan bahwa virus Zika bertahan lebih lama dalam cairan sperma.

Baca juga: Setelah 6 Bulan, Virus Zika Masih Ditemukan dalam Sperma Pasien

Sementara itu, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa Zika juga bisa hidup di air mata. Para ilmuwan dari Washington University menyuntikkan Zika ke bawah kulit tikus, lalu dalam 28 hari kemudian menemukan jejak material genetik virus Zika dalam air matanya.

"Kita perlu mempertimbangkan apakah orang dengan Zika punya virus yang menular dalam matanya dan seberapa lama mereka bertahan," kata Dr Michael Diamond yang mempublikasikan temuan ini di jurnal Cell Reports, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/9/2016).

Virus Zika pada umumnya tidak berbahaya, namun belakangan infeksi pada ibu hamil dikaitkan dengan kelahiran bayi dengan mikrosefali. Pada orang dewasa, beberapa penelitian mengaitkannya dengan penyakit saraf langka Guillain Barre Syndrome (GBS).

Baca juga: Australia Keluarkan Peringatan Bepergian ke Indonesia Terkait Zika (up/vit)