Kamis, 08 Sep 2016 15:31 WIB

Ini Sebabnya Thermal Scanner di Bandara Tak Bisa Menangkal Zika

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto Ilustrasi: Masnurdiansyah
Jakarta - Untuk mencegah masuknya Zika, Kementerian Kesehatan RI hanya membagikan Health Alert Card. Pemasangan thermal scanner di bandara dinilai tidak efektif karena memang Zika tidak menyebabkan gejala demam tinggi.

"Demam pada Zika hanya sekitar 37,4 sampai 38 derajat Celcius," kata dr Iman Firmansyah, SpPD, KPTI, FINASIM dari RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Kamis (8/9/2016).

Demam pada infeksi Zika, menurut dr Firman hanya dikategorikan sebagai demam ringan. Sedangkan pada thermal scanner, demam yang bisa dideteksi adalah demam sedang atau tinggi yakni di 38 derajat celcius atau lebih. Di bawah angka tersebut, alat tidak akan mendeteksi ancaman apapun.

Baca juga: Ancaman Zika Meluas, Anjuran 'Puasa' Seks Makin Diperketat

Selain itu, dr Firman mengingatkan bahwa sebagian besar infeksi Zika tidak menampakkan gejala. Dari 4 atau 5 orang yang terinfeksi, hanya 1 orang yang mengalami gejala seperti demam ringan, conjunctivitis (mata merah) dan rash (ruam kulit).

"Untuk Zika, thermal scanner nggak usah dipasang nggak apa-apa," kata dr Firman, yang juga merupakan anggota Kelompok Kerja penanggulangan Zika di Indonesia.

Umumnya, infeksi Zika hanya akan memicu gejala ringan dan bersifat self limited atau akan sembuh dengan sendirinya. Keterkaitan dengan risiko kelahiran bayi dengan mikrosefali atau ukuran kepala yang kecil terungkap belakangan ini ketika terjadi outbreak di Brazil yang disertai dengan peningkatan kasus mikrosefali.

Baca juga: Tes Zika Sulit dan Mahal, Pemeriksaan di Indonesia Masih 'Pilih-pilih' (up/vit)